
Catat! Ini Daftar Platform Digital Wajib Blokir Akun Anak

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) resmi memulai pemantauan ketat terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).
Mulai 28 Maret 2026, platform digital dilarang memberikan akses pembuatan akun media sosial bagi anak berusia di bawah 16 tahun guna melindungi mereka dari risiko kekerasan berbasis digital.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kebijakan ini mencakup kewajiban bagi penyedia layanan digital untuk memblokir atau menonaktifkan akun berisiko tinggi milik pengguna di bawah umur.
Baca Juga: Danhil Anzar Bakal Kawal Langsung Pelaksanaan Haji 2026
Pada tahap awal, terdapat delapan platform yang menjadi sasaran utama, yakni YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (Twitter), Bigo Live, dan Roblox.
"KemenPPPA bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan pemangku kepentingan akan terus memantau pelaksanaan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak berusia di bawah 16 tahun sesuai dengan mandat PP Tunas," ujar Arifah di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Arifah menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak tepat, mulai dari masalah adiksi, gangguan kesehatan mental, hingga ancaman kekerasan siber.
Baca Juga: Pemerintah Ancam Blokir YouTube dan Roblox jika Langgar Aturan Usia Pengguna
Pemerintah berupaya membangun sistem perlindungan digital yang holistik dengan tetap mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
"Bagi kami, kebijakan ini bukan sekadar soal pembatasan akses, tetapi bentuk ikhtiar bersama untuk memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan optimal anak," imbuhnya.
Sebagai aturan pelaksana, Kementerian Komdigi telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026.
Regulasi ini memberikan dasar hukum kuat bagi pemerintah untuk menindak platform digital yang tidak mematuhi ketentuan penonaktifan akun anak tersebut.
KemenPPPA juga mendorong seluruh platform digital untuk memikul tanggung jawab bersama dalam menciptakan ekosistem siber yang aman. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Bahlil: Pemerintah Minta Bantuan Masyarakat Hadapi Dampak Perang di Timur Tengah Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



