
Diklaim Transparan, Pemerintah Minta Publik Ikut Awasi Program MBG

Tenaga Ahli Muda Bakom RI, Hariqo Satria menyampaikan, berbeda dengan program pemerintah lainnya, MBG dinilai lebih mudah diawasi karena melibatkan distribusi langsung ke penerima manfaat.
"Setiap orang hampir mempunyai kemampuan untuk mendeteksi," ujar Hariqo pada Sabtu (21/2/2026). Saat ini 107 negara telah memiliki kebijakan nasional pemberian makan bergizi di sekolah, meningkat sejak 2020. Indonesia membangun sistem ini dalam kurang dari dua tahun, sementara negara lain membutuhkan waktu puluhan tahun. Program ini telah menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja baru yang meringankan beban ekonomi keluarga. Penerima manfaat mencakup ibu hamil hingga pelajar di seluruh Indonesia dengan distribusi makanan bergizi setiap hari.Baca Juga : Menko Pangan Mengapresiasi Dapur MBG Nikmat Barokah Surabaya "Di mana adanya korupsi dan penyimpangan," tambahnya. Hariqo menegaskan anggaran pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan tidak dipotong untuk membiayai MBG. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berhasil menjalankan program yang belum pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya dengan skala besar. Meski diklaim transparan, Bakom RI mengakui pengawasan masyarakat tetap krusial untuk mencegah penyimpangan di lapangan. Keterlibatan publik dalam mengawasi distribusi dan kualitas makanan bergizi menjadi kunci keberhasilan program yang menyasar puluhan juta penerima ini. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Mengawal Gerbang Negara: Analisis Mendalam Kewenangan Baru Imigrasi Pasca UU 63/2024
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



