
Dokter Intership Meninggal, Komisi IX Desak Kemenkes Lakukan Pembenahan Total

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kematian dr. Myta Aprilia Azmi di Jambi menjadi alarm keras bagi dunia kesehatan Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyebut insiden ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan bukti nyata adanya kegagalan sistemik dalam program internship yang kini mendesak untuk dibenahi total oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
dr. Myta Aprilia Azmi adalah alumnus FK UNSRI yang sedang menjalani magang di RSUD KH. Daud Arif, Jambi.
Kematiannya menambah daftar panjang insiden serupa setelah sebelumnya tiga dokter internship lain di Cianjur, Rembang, dan Denpasar juga dilaporkan meninggal dunia dalam tiga bulan terakhir akibat berbagai komplikasi kesehatan dan beban kerja.
“Ini bukan sekadar musibah, tetapi sinyal adanya persoalan sistemik. Para dokter muda tidak boleh menjadi korban akibat sistem yang kurang sempurna,” tegas Netty dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Netty menyoroti ketidakjelasan status peserta internship yang berada di ambang posisi antara peserta didik dan tenaga layanan kesehatan.
Ketidakjelasan ini berdampak langsung pada lemahnya perlindungan hak, mulai dari jam kerja yang berlebihan, jaminan kesehatan yang minim, hingga ketidakpastian kesejahteraan.
Ia juga mendapat laporan mengenai minimnya supervisi di lapangan, di mana dokter magang sering kali menggantikan peran tenaga medis penuh tanpa pengawasan memadai.
Lebih lanjut, legislator asal Dapil Jawa Barat VIII ini mengungkapkan adanya kendala dalam sistem pelaporan.
Banyak peserta internship enggan melaporkan kondisi kerja yang tidak ideal karena khawatir akan mengganggu penilaian dan kelulusan mereka.
Oleh karena itu, Netty mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera memperkuat sistem supervisi dan menyediakan mekanisme pengaduan yang aman serta independen.
Sebagai langkah konkret, Komisi Kesehatan DPR RI mendorong pembentukan tim investigasi yang transparan guna mengungkap penyebab pasti rangkaian kematian tersebut.
Netty menekankan bahwa pembenahan total terhadap seluruh wahana internship nasional harus segera dilakukan demi menjamin keselamatan dokter muda sekaligus menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



