Baca Juga : Diklaim Transparan, Pemerintah Minta Publik Ikut Awasi Program MBG Diversifikasi menu protein ini diterapkan sebagai strategi menjaga keseimbangan pasar dan mencegah lonjakan harga yang merugikan konsumen maupun peternak. "Makanya ada campur-campur, seperti ikan," ujarnya. Menko Pangan yang akrab disapa Zulhas menjamin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi akan menyerap secara maksimal seluruh produksi telur ayam dari peternak rakyat. Kebutuhan telur per hari mencapai angka fantastis menyesuaikan target penerima manfaat program MBG pada 2026. "Telor itu satu hari memerlukan 82,9 juta butir," katanya. Dia meminta peternak tidak khawatir karena setiap telur ayam yang diserap SPPG akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan baku MBG. "Tidak usah khawatir telor ayam pasti diserap SPPG," tegasnya. Jaminan serupa juga diberikan untuk penyerapan daging ayam. SPPG akan mampu menyerap seluruh produksi daging ayam dari peternak rakyat untuk memenuhi kebutuhan pasokan baku MBG dengan jumlah yang tidak kalah besar. "Ayam itu satu hari perlu 82,9 juta potong daging," ujarnya. Zulhas optimistis keberadaan SPPG mampu memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan hidup peternak rakyat. Dia menegaskan peternak harus mendapat keuntungan karena usaha ayam merupakan usaha rakyat bukan milik konglomerat. "Peternak harus untung, karena sebetulnya usaha ayam ini usaha rakyat, bukan konglomerat," katanya. Menko Pangan meyakini masa depan peternak rakyat akan cerah dengan adanya jaminan penyerapan produksi secara maksimal oleh SPPG untuk program MBG. "Masa depannya cerah dan terang benderang," pungkasnya. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan
Baca Berita Lainnya di Google News


























