
Gubernur Kalbar Kuatkan Koordinasi data PMI Untuk Meningkatkan Kemampuan Pekerja

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk menguatkan koordinasi dengan Kepala Desa terkait data Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri.
“Bupati atau wakil bupati melalui Dinas Tenaga Kerja harus berkoordinasi dengan Kades supaya terdata betul setiap individu PMI tersebut, karena saya yakin Kades ini tahu apa tujuan mereka (pekerja non-prosedural) keluar negeri,” kata Sutarmidji ditemui usai membuka Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) BP2MI bersama Pemprov Kalbarm Pemkot dan pemkab se-Kalbar di Pontianak, Rabu (24/05/23).
Menurut Sutarmidji, hal ini perlu dilakukan untuk mengompilasi data yang diperoleh dalam upaya melegalkan para pekerja migran.
Data tersebut, nantinya dipilah dan digunakan untuk meningkatkan kemampuan pekerja.
“Pemilahan data ini penting, jika kemampuannya kurang, kita tambah dan penuhi melalui program yang sudah ada. Tetapi, kalau datanya tidak ada akan menyulitkan proses ini,” tuturnya.
Dia menjelaskan modus yang paling sering digunakan dalam menyelundupkan pekerja migran adalah pernikahan. Namun, ketika sampai di sana akan dipekerjakan secara ilegal dengan bayangan status pernikahan yang mengikat,
Untuk itu, ia berharap ke depannya seluruh desa Kalbar dapat menjadi desa mandiri agar memudahkan perolahan data PMI terutama yang ilegal.
“Ya, kalau desanya masih desa tertinggal atau desa berkembang itu perolehan datanya sulit. Berbanding terbalik dengan desa mandiri yang data-datanya lebih lengkap dan bagus,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menyurati Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) terkait masukan tentang indikator desa mandiri dengan mencantumkan variabel mengenai data dan status penduduk desanya.
Sutarmidji mengaku pihaknya telah memantau 2.054 desa dengan 50 indikator desa mandiri yang ada di wilayah Kalbar.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



