
Gugus Tugas : Apresiasi Terhadap Penerapan Prokes di Kawasan Wisata Purwakarta
PURWAKARTA,AKUUPDATE.ID —Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Purwakarta mengapresiasi komitmen para pengelola pariwisata di wilayah ini yang telah menerapkan protokol kesehatan secara maksimal di kawasan wisata mereka.
"Kami ucapkan terima kasih kepada para pengelola wisata yang telah menerapkan protokol kesehatan di tempat masing-masing," ujar Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika yang juga ketua GTPP COVID-19 Purwakarta, Minggu (16/5).
Anne menuturkan lokasi wisata selama ini menjadi salah satu tempat berkerumunnya masyarakat. Sehingga harus diawasi guna meminimalisasi penularan penyakit. Karena alasan itulah, pengawasan di berbagai sektor wisata menjadi hal penting. Apalagi di tengah wabah COVID-19 seperti saat ini.
“Jangan sampai objek wisata menjadi klaster baru penyebaran COVID-19," katanya.
Anne berharap seluruh pengelola pariwisata yang ada bisa terus konsisten menjalankan penerapan prokes di kawasan wisata mereka. Pihaknya juga meminta para pelaku usaha wisata senantiasa menaati peraturan yang telah ditentukan pemerintah.
"Aturannya sudah jelas, disamping wajib menerapkan prokes, kawasan wisata pun tidak boleh menerima pengunjung lebih dari 50 persen dari total kapasitas kunjungan," ujarnya.
Baca Juga : Pemerintah Terapkan Random-Test dan Mandatory-Check Covid-19
Selain itu, Anne juga menegaskan, untuk jam operasional tempat wisata ini harus dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Hanya diperbolehkan menerima kunjungan dari yang ber-KTP Purwakarta.
“Kepada masyarakat, kami juga mengimbau untuk silakan berwisata, asal tetap memperhatikan protokol kesehatan," jelasnya.
Kabid Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Acep Yulimulya menambahkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan wisatawan selama ini jadi agenda prioritas jajarannya. Khusus di momen libur lebaran ini, Acep mengaku telah melakukan pengawasan ekstra di seluruh objek pariwisata.
"Kami berkaca pada kejadian di India. Artinya, kerumunan di lokasi wisata harus diminimalisasi," katanya.
Di momen libur lebaran ini, pihaknya menerjunkan pasukan monitoring di dinasnya untuk mobile ke seluruh lokasi wisata yang ada. Terutama, lokasi wisata air yang selama ini kunjungannya kerap membludak. Pengawasan tersebut, sengaja dilakukan guna memastikan penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata ini.
"Kami sangat mengapresiasi, karena dari pantauan kami para pengelola pariwisata telah menjalankan protokol kesehatan sesuai arahan dari pemerintah," tambahnya.
Acep menambahkan, selama ini di wilayahnya terdapat 62 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya merupakan lokasi wisata alam/buatan milik swasta. Selebihnya adalah wisata religi dan kuliner.
Adapun arahan tentang penerapan protokol kesehatan tersebut adalah sebagai bagian dari antisipasi pemerintah untuk meminimalisasi penyebaran virus COVID-19. Pihaknya berharap, seluruh pengelola wisata tetap konsisten menjalankan arahan tersebut demi kebaikan bersama.
"Kami juga berpesan, supaya masyarakat tidak memaksakan masuk ke lokasi yang sudah penuh. Silahkan cari yang lain, karena di sini banyak tersebar lokasi-lokasi wisata lainnya," katanya. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



