
Hati-hati! Godzilla El Nino Sebabkan Lonjakan Penyakit Menular

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lonjakan polusi udara dan penyebaran berbagai penyakit menular akibat fenomena "Godzilla El Nino".
Fenomena iklim ekstrem ini memicu musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah yang berdampak langsung pada penurunan kualitas kesehatan publik.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa minimnya hujan menyebabkan terhentinya proses rainwashing, sehingga polutan udara terakumulasi dan menciptakan kondisi udara stagnan.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya Dipastikan Selesai Sesuai Target Juni 2026
Risiko ini semakin diperparah oleh potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap.
"Peningkatan suhu dan perubahan lingkungan juga dapat memicu penyakit tular vektor seperti dengue dan malaria akibat genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk, serta memperburuk kualitas air dan sanitasi yang berpotensi meningkatkan kasus diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis," ujar Aji Muhawarman di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Menghadapi risiko tersebut, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Baca Juga: Nelayan Asal Maluku Hilang 3 Hari Ditemukan Selamat di Pulau Misol
Warga disarankan untuk rutin memeriksa kualitas udara melalui aplikasi, mengurangi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi, serta menggunakan masker dan penjernih udara.
Selain itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama untuk menjaga daya tahan tubuh tetap stabil.
"Menggunakan penjernih udara dalam ruangan, menghindari sumber polusi dan asap rokok, menggunakan masker saat polusi udara tinggi," tambahnya.
Di sisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan istilah "Godzilla El Nino" untuk menggambarkan variasi El Nino yang sangat kuat, yang menyebabkan Indonesia mengalami kondisi minim awan dan hujan.
BRIN mengingatkan adanya dampak yang tidak seragam, yakni risiko kekeringan di bagian selatan Indonesia namun potensi banjir di wilayah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku.
Guna memitigasi dampak sistemik terhadap ketahanan nasional, sejumlah kementerian dan lembaga telah melakukan langkah antisipasi.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) kini tengah memperkuat cadangan pangan nasional untuk menjaga stabilitas harga di tengah ancaman gagal panen.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan kesiapan infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian.
“Kementerian menyiapkan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung sektor pertanian dalam menghadapi potensi musim kemarau akibat fenomena Godzilla El Nino," tegas Dody.
Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dan kesadaran mandiri masyarakat dalam menjaga kesehatan dapat meminimalisir dampak buruk dari fenomena iklim ekstrem ini. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan! Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



