VOICE Indonesia
Nasional

HRWG Desak Perlindungan Komprehensif bagi Pekerja Migran Sektor Perikanan

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
HRWG Desak Perlindungan Komprehensif bagi Pekerja Migran Sektor Perikanan
HRWG Desak Perlindungan Komprehensif bagi Pekerja Migran Sektor Perikanan
VOICEINDONESIA.CO,Batam - Kriminalisasi dan eksploitasi terhadap pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya di sektor perikanan, masih menjadi isu serius. Hal ini terungkap dalam seminar tentang perlindungan pekerja migran yang diadakan di batam. Seminar memperingati Hari Minggu Migran Sedunia,yang diselenggarakan oleh  lembaga sosial Stella Maris Batam yang bertema “Berjalan dan Merawat Harapan Bersama Migran, Pelaut, dan Keluarganya.” Acara yang diselenggarakan pada Minggu (21/9/2025) di Ballroom Pacific Hotel. Menurut Direktur Eksekutif Human Right Working Group (HRWG), Daniel Awigra, persoalan ini sangatlah struktural, tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di negara penempatan. Kerentanan para pekerja migran, terutama nelayan, berada pada jaminan perlindungan yang masih minim, sementara mereka bekerja di lintas batas negara dengan kondisi kerja yang penuh tantangan. "dengan diskusi ini kita bisa mengupas ya, sedikit demi sedikit persoalan yang sangat struktural, tidak hanya di dalam negeri maupun di negara penempatan,Karena memang di sanalah letak-letak kerentanan itu berada, dan bagaimana jaminan perlindungan tetap ada, meskipun khususnya di kalangan pekerja migran," kata Direktur Eksekutif Human Right Working Group (HRWG), Daniel Awigra pada Minggu (21/9/2025) di Ballroom Pacific Hotel Batam. Meskipun banyak negara mendapatkan keuntungan dari sektor perikanan, bebannya seringkali ditimpakan kepada individu pekerja. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama multisektor untuk menanggulangi isu ini. Upaya perbaikan harus dilakukan di dalam negeri, disusul dengan kolaborasi bersama semua pihak yang terlibat. Penting untuk memastikan bahwa tidak ada lagi perbudakan modern dan eksploitasi tenaga kerja. Masyarakat juga didorong untuk tidak mengonsumsi produk hasil kerja paksa. "No fishers, no fish," ujar Awigra, menekankan pentingnya kesejahteraan nelayan bagi kelangsungan industri perikanan.

Ringkasan AI

**Rangkuman:** Human Right Working Group (HRWG) mendesak perlindungan komprehensif bagi pekerja migran Indonesia di sektor perikanan, mengungkapkan masalah kriminalisasi dan eksploitasi yang masih serius dan struktural. Direktur Eksekutif HRWG, Daniel Awigra, menekankan bahwa kerentanan pekerja migran nelayan terletak pada minimnya jaminan perlindungan meskipun bekerja lintas batas dengan kondisi penuh tantangan. Diperlukan kerja sama multisektor dalam dan luar negeri untuk mengatasi perbudakan modern, serta kesadaran masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk hasil kerja paksa.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.