
Imigrasi Pemalang Deportasi WNA Asal Mesir karena Langgar Keimigrasian

VOICEIndonesia.co, Pemalang - Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melakukan deportasi seorang warga negara asing (WNA) asal Mesir lantaran melanggar keimigrasian.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas I Non-TPI Pemalang Washono di Pemalang, Jumat, mengatakan bahwa WNA tersebut bernama Androu Ashraf Ramzi Salib.
"Yang bersangkutan melanggar aturan keimigrasian dan dikenai Pasal 75 ayat (1) dan 78 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian," katanya.
Washono menegaskan bahwa warga negara asal Mesir itu telah melanggar izin tinggal.
Baca Juga: KBRI Beirut kembali evakuasi 14 WNI dari Lebanon
"Setelah kami dalami, WNA tersebut harus dideportasi," katanya.
Dilansir dari ANTARA, pendeportasian itu sebagai bagian dari rangkaian operasi Jagratara Pengawasan Orang Asing secara serentak dengan kendali pusat setelah WNA asal Mesir tersebut terbukti melanggar aturan izin tinggal di Indonesia.
Ashraf diamankan oleh petugas imigrasi di salah satu hotel yang ada di Kabupaten Pemalang.
Saat diamankan, kata dia, warga negara asing tersebut mengaku sedang mengurus surat untuk pernikahan dengan wanita asal daerah setempat.
Baca Juga: Imigrasi amankan buron China pelaku investasi fiktif berkat "autogate"
"Ceritanya itu, yang bersangkutan sudah 4 tahun berkenalan dengan seorang wanita melalui Facebook. Kemudian, pada bulan Agustus 2024, Ashraf datang pertama kali ke Indonesia untuk menemui seorang wanita yang dikenal melalui Facebook dengan tujuan untuk menikah," katanya.
Selain melanggar izin tinggal (overstay), kata dia, WNA tersebut membuat keresahan dengan menakut-nakuti warga di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang dengan menggunakan senjata tajam.
"Jadi, setelah diperiksa WNA tersebut masuk ke Indonesia pada tanggal 24 Agustus 2024 dengan visa wisata. Setelah dicek, visa sudah habis masa berlakunya pada tanggal 23 September 2024, overstay 10 hari," katanya.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



