VOICEINDONESIA.CO, Bengkulu – Perjalanan ibadah haji jemaah asal Bengkulu berjalan lancar, meski masalah kesehatan masih mengintai. Dari 1.344 jemaah yang sudah berada di Arab Saudi per Jumat (8/5/2026), terdapat empat di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan satu orang dikabarkan telah meninggal dunia.
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mencatat ISPA menjadi penyakit yang paling banyak menyerang jemaah disusul hipertensi, febris, diabetes melitus, myalgia, dan arthalgia. Tenaga kesehatan haji kloter terus memberikan pelayanan selama 24 jam penuh untuk memastikan kondisi seluruh jemaah tetap terpantau.
Penanggungjawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani menyebut kunjungan layanan kesehatan di kloter hingga saat ini sudah mencapai 89 kunjungan. Sehingga total pelayanan sejak keberangkatan telah menembus 1.100 kunjungan.
"Seluruh jamaah kloter tersebut sudah tiba di Kota Suci Makkah dan telah menyelesaikan ibadah umrah," kata Kurniawan.
Dari total 1.344 jemaah yang sudah tiba di Arab Saudi sebanyak 1.135 orang berada di Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji sementara satu orang masih berada di Madinah. Visitasi terhadap jemaah prioritas risiko tinggi sudah dilakukan terhadap 135 orang dengan total akumulasi pemantauan kesehatan mencapai 1.515 orang sejak keberangkatan.
Jemaah yang tergabung dalam Kloter 02, 03, 04, dan 05 seluruhnya sudah menyelesaikan umrah wajib dan kini menetap di Kompleks Al Hidayah Tower Hotel Makkah untuk melanjutkan persiapan puncak ibadah haji.



























