
Isu Mobilitas Bisnis di Kawasan Asia Pasifik jadi Pembahasan Business Mobility Group

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Isu mobilitas bisnis di Kawasan Asia Pasifik jadi pembahasan Business Mobility Group yang berlangsung pada tanggal 29 Februari hingga 1 Maret 2024 di Gedung LCC, Kota Lima, Peru.
Delegasi Indonesia, dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Keimigrasian Anggiat Napitupulu turut hadir, dalam forum yang dihadiri oleh 20 entitas ekonomi, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Tiongkok, dan lainnya.
“Salah satu yang dibahas [dalam forum tersebut] adalah pembaharuan skema pengajuan ABTC (APEC Business Travel Card) secara online, serta penekanan urgensi agar Kartu Pebisnis APEC sesuai dengan standar International Civil Aviation Organization (ICAO). Hal ini diharapkan dapat mempermudah validasi, meningkatkan keamanan, dan mempercepat layanan kepada pemegang kartu.” ujar Anggiat dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga : Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Luar Negeri Besar, Ini Saran Pelaku Usaha Penempatan PMI
Meningkatnya kegiatan Perjalanan para pebisnis dalam bidang perdagangan dan investasi negara-negara anggota APEC dengan mobilitas tinggi menuntut efisiensi dalam segala lini dan kemudahan dalam proses Keimigrasian. Atas pertimbangan tersebut, dibuatlah skema APEC Business Travel Card (ABTC), kartu perjalanan pebisnis yang berlaku di negara-negara anggota APEC.
Tujuannya adalah mempercepat proses keluar masuk ke sebuah negara bagi para pemegangnya, yakni para pelaku bisnis yang mengedepankan efektivitas dan efisiensi perjalanan internasional.
Baca Juga : Menaker Ajak P3MI Tingkatkan Kompetensi Bahasa Asing PMI
Indonesia telah menandatangani keikutsertaan dalam skema Kartu Perjalanan Pebisnis APEC, dan pelaksanaan pemberian KPP APEC sudah dimulai sejak 01 Mei 2004.
Dengan ABTC, pebisnis di Kawasan Asia Pasifik tidak perlu lagi mengajukan permohonan visa setiap kali ingin bepergian ke negara-negara partisipan ABTC serta mendapat fasilitas pelayanan di bandara dengan jalur khusus.
“Dengan turut memfasilitasi perdagangan dan investasi, kami harpkan Imigrasi dapat berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di kawasan Asia Pasifik,” kata Anggiat
Pertemuan tersebut ditutup dengan pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dengan Convenor BMG, yang membahas langkah-langkah konkret untuk meningkatkan mobilitas bisnis di kawasan APEC. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



