
Jangan Andalkan APBN, Swasta Diminta Biayai Sekolah Rakyat

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni mendesak pemerintah memastikan keberlanjutan program Sekolah Rakyat dengan alokasi anggaran berkelanjutan.
Menurutnya, program pendidikan gratis ini penting demi pemerataan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kami DPR RI terus mendorong supaya pemerintah ini menganggarkan terus. Jangan berhenti di tengah jalan," ujar Husni dalam diskusi daring Kabar Nusantara bertajuk Mengawal Implementasi Sekolah Rakyat, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: 1.190 Pegawai Kemendagri Dapat Pembiayaan Rumah MurahHusni menilai pembiayaan Sekolah Rakyat tidak harus bergantung pada APBN. Ia mendorong keterlibatan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Seperti perusahaan-perusahaan memberikan CSR-nya. Itu adalah sebuah tanggung jawab moral," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut APBN 2025 mengalokasikan Rp2,14 triliun untuk program Sekolah Rakyat dan akan meningkat pada 2026.
Baca Juga: Diduga Jadi Korban TPPO, 12 WNA Bangladesh Diamankan PetugasDari target 159 sekolah, sebanyak 63 sekolah rakyat telah beroperasi sejak 14 Juli 2025, menampung lebih dari 9.000 siswa.
Sri Mulyani menegaskan program ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada anak-anak keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan berkualitas dan bekal masa depan yang lebih baik.
Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



