
Kala BGN Jadi “Mak Comblang” Petani dengan Dapur MBG

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan Program “Mak Comblang” di Cianjur, Jawa Barat, untuk mempertemukan langsung petani dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program ini dirancang untuk memperbaiki rantai pasok pangan dan mengurangi ketimpangan antara kapasitas produksi petani dan kebutuhan riil dapur MBG, khususnya di wilayah Jakarta dan Bogor.
"Selama ini petani dan dapur MBG berjalan di jalur yang terpisah. Di satu sisi, petani di Cipanas mengalami kelebihan suplai. Namun, di sisi lain, dapur MBG di Jakarta dan Bogor justru kesulitan mendapatkan bahan baku dengan harga yang stabil. Mak Comblang Project hadir untuk menyambungkan dua sisi ini secara langsung," ujar Juru Bicara BGN Dian Fatwa di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Mitigasi Masalah Haji oleh Pemerintah Dinilai Tidak JelasProgram Mak Comblang diawali dengan pertemuan antara BGN dan para petani serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Senin (19/1).
Pertemuan tersebut bertujuan memetakan kondisi rantai pasok secara langsung, baik dari sisi produksi petani maupun kebutuhan dapur MBG.
Melalui pemetaan tersebut, BGN berupaya memastikan pasokan bahan pangan dari petani lokal dapat terserap secara optimal oleh dapur MBG, sekaligus memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani.
Ke depan, penyusunan menu MBG juga akan diselaraskan dengan ketersediaan hasil produksi petani lokal.
Baca Juga: Sampah di Indonesia Tercatat Tembus 60 Juta Ton per TahunDalam proses ini, BGN melibatkan peran ahli gizi agar kualitas, keamanan, dan kecukupan gizi makanan tetap terjaga.
Dengan mempertemukan langsung petani dan dapur MBG, Program Mak Comblang diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan, memperpendek rantai distribusi, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Pilihan Redaksi: Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan ParipurnaPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



