VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK bersama seorang ASN Kemenaker berinisial YOE, sementara saksi lain berinisial IMA belum diketahui kehadirannya.
"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, atas nama GAZ," ujar Budi.
Kasus ini bermula dari OTT yang berujung pada penetapan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka pada 22 Agustus 2025. Para tersangka meliputi pejabat dari berbagai level di Kemenaker mulai dari Dirjen, Direktur, Koordinator, hingga Subkoordinator, serta dua pihak swasta dari PT KEM Indonesia.
Kasus kemudian meluas. Pada 11 Desember 2025, KPK menetapkan tiga tersangka baru yakni mantan Kepala Biro Humas Kemenaker Sunardi Manampiar Sinaga, mantan Sekretaris Ditjen Binwasnaker dan K3 Chairul Fadhly Harahap, serta mantan Dirjen Binwasnaker dan K3 Haiyani Rumondang. Total tersangka kini mencapai 14 orang.
Sepuluh dari 14 tersangka sudah menjalani persidangan dan divonis antara 1,5 hingga 6,5 tahun penjara. Noel sendiri sebelumnya dituntut lima tahun penjara serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp4,43 miliar dalam kasus yang melibatkan total pemerasan senilai Rp6,52 miliar terhadap para pemohon sertifikasi K3.



























