VOICE Indonesia
Nasional

Keamanan Pangan dan Gizi Diusulkan Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Keamanan Pangan dan Gizi Diusulkan Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah
Keamanan Pangan dan Gizi Diusulkan Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengusulkan topik keamanan pangan dan gizi dijadikan mata pelajaran wajib dalam kurikulum sekolah. Hal ini menyusul maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menyebabkan korban ribuan siswa. Menurutnya, pelajaran ini bertujuan agar anak-anak memahami kualitas menu MBG seperti apa yang masih layak dikonsumsi dan mana yang harus ditolak. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sejak era Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, pemerintah sebenarnya telah menyusun perangkat ajar mengenai kesehatan, termasuk soal gizi dan keamanan makanan. Namun, materi tersebut hanya masuk sebagai mata pelajaran pilihan, bukan wajib. Baca Juga: JPPI Catat 8.649 Anak Jadi Korban Keracunan MBG "Sejak dulu waktu stunting kan sudah bikin Kurikulum Merdeka-nya sama Pak Nadiem. Beberapa kurikulum kesehatan dibikin bersama-sama dengan Mendikdasmen dulu yang kita masukan ke Kurikulum Merdeka Belajar, sehingga mendidik anak-anak kita mengenai gizi dan keamanan makanan," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Rabu (1/10/2025) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Budi mengaku sudah berbicara dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk mengusulkan pelajaran ini menjadi mata pelajaran wajib. Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan bisa mengidentifikasi sendiri makanan yang tidak layak dan melaporkannya tanpa perlu menunggu instruksi guru. Baca Juga: Beda Versi Data Pemerintah Soal Keracunan MBG, Kok Bisa? "Anak-anak enggak usah diajarin gurunya. 'Pak ini sudah enggak sehat nih, jadi saya enggak makan' dan melaporkannya," ucap Budi. Menurut Menkes, jika siswa memahami kualitas makanan, fungsi kontrol proyek MBG akan lebih efektif. Dia menegaskan materi gizi sudah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan akan segera diluncurkan. "Materi-materinyanya kan sudah ada juga, sudah dibikinin sama teman-teman dari Kemendikdasmen, sehingga ini akan kami luncurkan," ujar dia. Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat ada 6.517 orang penerima manfaat MBG yang mengalami keracunan sejak proyek diluncurkan pada Januari 2025 hingga 30 September 2025. Angka ini menunjukkan besarnya masalah dalam implementasi program yang digadang-gadang sebagai program unggulan pemerintah.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#keamanan pangan dan gizi#mata pelajaran sekolah#menkes
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.