
Kemendagri Ajak Masyarakat Konsumsi Selain Beras Tuk Penuhi Karbohidrat

VoiceIndonesia.co, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mencontohkan diversifikasi pangan atau aneka usaha untuk menghindari ketergantungan pada satu produk pangan denga mengonsumsi jagung dan ubi jalar.
Hal tersebut juga salah satu solusi agar tidak bergantung dengan beras disaat harganya sedang melambung tinggi.
"Beberapa minggu terakhir Bapak Menteri Dalam Negeri juga mengonsumsi jagung dan ubi jalar. Jadi memang diversifikasi pangan ini penting agar kita tidak bergantung dengan pangan tertentu saja," ujar Pelaksana harian Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Yudia Ramli di Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2023.
Menurut Yudia, ajakan Mendagri melakukan diversifikasi pangan untuk mencegah ketergantungan masyarakat pada komoditas tertentu selama adanya fenomena El Nino.
Dilansir dari ANTARA, Sabtu, 7 September 2023, aneka usaha untuk menghindari ketergantungan itu perlu didorong agar tidak menyebabkan harga suatu komoditas lebih tinggi dibandingan komoditas yang lain.
Indonesia sendiri memiliki komoditas lain yang menjadi sumber karbohidrat seperti singkong dan jagung.
Mendagri menyampaikan diversifikasi pangan. Artinya, jangan bergantung dengan pangan tertentu saja.
📖 Baca Juga ↗KemenPPPA Kerja Sama K/L Lindungi Anak Korban Prostitusi OnlinePengganti beras, misalnya sagu, keladi, kentang dan sukun. Selain menambah variasi, komoditas tersebut juga menyehatkan.
Yudia menjelaskan pemerintah terus berupaya mendorong terkendalinya harga beras dalam negeri.
Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi seperti getol menggelar gerakan pangan murah atau operasi pasar murah.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memastikan stok beras terpenuhi dengan impor maupun menyerap hasil panen dalam negeri.
Kemendragi juga menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian/lembaga terkait pengendalian inflasi, termasuk pemerintah daerah sejak 23 Agustus 2022.
Melalui rapat tersebut, Mendagri bisa membahas kondisi inflasi terkini sekaligus komoditas yang menyebabkan inflasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Termasuk persoalan harga beras juga tidak luput dibahas dan dicarikan solusi terbaiknya dengan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah," kata Yudia.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



