
Kemenhub Sosialisasikan Gerakan Nasional kembali Ke Angkutan Umum
VOICEINDONESIA,JAKARTA – Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja transportasi massal di Indonesia, salah satunya yaitu moda transportasi Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja transportasi massal yaitu melalui Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum, yang merupakan salah satu program Kemenhub dalam rangka pengembangan angkutan umum berbasis jalan dan rel di kawasan perkotaan. Melalui program ini, Kemenhub mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan umum seperti: bus dan kereta api.
“Kenapa kita lakukan di Palembang? Karena Palembang termasuk salah satu kota yang memiliki angkutan massal yang lengkap, khususnya untuk angkutan jalan dan kereta api,” demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Webinar Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum, yang diselenggarakan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub di Palembang, Sumatera Selatan secara daring maupun luring, di Palembang, Sumsel, Kamis (24/2).
Menhub mengungkapkan, beberapa manfaat jika menggunakan angkutan massal antara lain yaitu: mengurangi tingkat kemacetan, mengurangi polusi udara (ramah lingkungan), dan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan yang sering dialami oleh pengguna kendaraan pribadi.
Keberadaan LRT Sumsel di Palembang ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama angkutan massal bagi masyarakat di Palembang dan sekitarnya. “Upaya kreatif dan inovatif terus kami lakukan bersama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan unsur terkait lainnya, dalam rangka bersama-sama mengoptimalkan pengoperasian kereta LRT ini,” ujarnya.
Beberapa program yang telah dijalankan diantaranya yaitu: program kartu berlangganan untuk pelajar dan mahasiswa bekerjasama dengan Bank Sumsel dengan menyiapkan sebanyak 5000 kartu secara bertahap; tiket berlangganan untuk ASN Pemda Kota Palembang melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Selatan; Program “Edukasi Naik LRT” ke sekolah bagi pelajar maupun masyarakat umum; Perbaikan fasilitas Ramp untuk pejalan kaki di stasiun-stasiun LRT; Penyediaan fasilitas tas belanja untuk Ibu-Ibu pengguna LRT; dan menerbitkan aturan memperbolehkan penumpang LRT membawa sepeda lipat maupun non lipat.
Lebih lanjut Menhub menjelaskan, upaya lain yang penting yaitu mewujudkan integrasi antarmoda yang akan semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses LRT. Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat bersama dengan Pemprov Sulsel dan Pemkot Palembang telah melakukan sejumlah langkah yaitu: melakukan rerouting trayek angkot dan Bus Rapid Transit (BRT), dan pembangunan fasilitas halte bus di dekat stasiun LRT.
“Gerakan ini harus terus dikampanyekan, karena penggunaan angkutan umum menjadi suatu keniscayaan. Pemda juga diharapkan proaktif bersama-sama mengimbau masyarakat Palembang. Warga Palembang harus bangga karena kotanya dapat menjadi contoh yang paling maju dalam penggunaan angkutan umum,” ujar Menhub.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, pihaknya terus berkomitmen mendukung peningkatan kinerja angkutan umum, khususnya LRT Sumsel.
Ia mengungkapkan, sejumlah upaya yang telah dilakukan yaitu: mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Sumsel tgl 17 Januari 2022 tentan penggunaan sarana dan prasarana angkutan umum kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Sumsel serta kepada masyarakat Palembang untuk menggunakan angkutan umum; bekerjasama dengan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel mempersiapan park and ride pada Stasiun Asrama Haji, Stasiun Polresta, Stasiun Bumi Sriwijaya dan Stasiun Jakabaring; penerbitan kartu name tag ASN sebagai alat ganti pembayaran tunai yang terintegrasi dengan angkutan kota dan bus air, dan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-api; serta bekerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Provinsi Sumsel dalam penerbitan kartu elektronik.
Kemenhub melalui Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel DJKA juga menyelenggarakan kegiatan lomba pembuatan video melalui aplikasi TikTok dan Instagram yang dimulai sejak 22 s.d 26 Februari 2022. Masyarakat umum bisa mengikuti lomba tersebut dengan mengirimkan konten bertema bangga naik angkutan umum dengan menyertakan hashtag Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum dan mention ke akun @LRTSumselofficial.
LRT Sumatera Selatan atau LRT Palembang adalah sebuah sistem angkutan cepat yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kompleks Olahraga Jakabaring. Pembangunan LRT ini difungsikan sebagai sarana transportasi penunjang masyarakat Palembang dan sekitarnya, termasuk untuk menunjang mobilitas penonton dan atlet pada Asian Games 2018 lalu.
LRT Sumatera Selatan memiliki total jalur kereta api sepanjang 23,4 km (elevated) dengan 12 (dua belas) stasiun yang melintasi Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.
Sejak dioperasikan pada Juli 2018 sampai dengan awal Januari 2020, tercatat jumlah penumpang yang telah diangkut LRT Palembang sebanyak 3,67 juta orang. Sejak pandemi melanda di awal 2020, sempat terjadi penurunan penumpang yang signifikan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Namun kini, jumlah penumpang menunjukkan tren yang terus meningkat.
Turut hadir beberapa narasumber dalam webinar yang ditayangkan di youtube (https://youtu.be/8zkbTz_0fFU) yaitu: Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Tokoh Masyarakat/Budayawan Tantowi Yahya, dan dari kalangan Akademisi Erika Buchari.**
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



