VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyoroti maraknya kasus kekerasan termasuk kekerasan seksual yang menjerat lembaga pendidikan berbasis keagamaan belakangan ini. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan stigma terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan secara umum.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi mengajak perempuan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan pendidikan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
"Saat ini lembaga pendidikan berbasis keagamaan sedang menghadapi tantangan besar terkait banyaknya oknum yang melakukan kekerasan, bahkan kekerasan seksual," kata Arifah dalam keterangan di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Arifah berharap para perempuan dapat berperan serta mengembalikan lembaga pendidikan berbasis keagamaan menjadi tempat terbaik untuk mendidik anak-anak. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Dialog Ketahanan Keluarga bersama tokoh perempuan se-Priangan Timur di Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026).
Sebagai respons, KemenPPPA bersama Kementerian Agama dan Kemendikdasmen mengupayakan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan kekerasan yang komprehensif di lingkungan satuan pendidikan.
"Kami sudah menandatangani kerja sama dengan beberapa kementerian mengenai bagaimana kita membangun lingkungan pendidikan dan keluarga yang aman untuk perempuan dan anak," ujarnya.
Arifah turut menyoroti pentingnya edukasi hak atas tubuh dan ruang aman sejak dini bagi anak-anak. Ia mengingatkan kejahatan terhadap anak sering kali terjadi karena adanya kesempatan akibat kelalaian orang tua dalam memberikan edukasi dan pengawasan.
"Kalau anak kita disentuh oleh siapapun lalu dia diam saja, besar kemungkinan disebabkan mereka tidak tahu bagian tubuh itu tidak boleh disentuh," katanya.
Wakil Ketua II Muslimat Nahdlatul Ulama Romlah Widiyati menambahkan tujuh prinsip dalam Islam sebagai fondasi kemaslahatan hidup yakni menjaga akal, jiwa, keturunan, kehormatan, agama, harta, dan lingkungan.
"Perintah agama semua ini agar keseimbangan yang terjadi di dunia ini bisa berjalan dengan baik," tegas Romlah.



























