VOICE Indonesia
Nasional

Kemensos Salurkan 42.000 Liter Air Bersih Bantu Kekeringan di Lamongan

Afifah - VOICEIndonesia.co
Kemensos Salurkan 42.000 Liter Air Bersih Bantu Kekeringan di Lamongan
Kemensos Salurkan 42.000 Liter Air Bersih Bantu Kekeringan di Lamongan

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) merespons dampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur dengan menyalurkan 42.000 liter air bersih.

Dalam rilis yang disiarkan di Jakarta, Senin, Kemensos menerangkan sudah lebih dulu melakukan asesmen dan fokus penanganan di tujuh kecamatan dan 18 Desa berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Lamongan.

Adapun tindak lanjut dari asesmen yang dilakukan, Kemensos telah mendistribusikan air bersih di beberapa wilayah di Kabupaten Lamongan sejak Jumat (11/10) dan masih berlanjut hingga saat ini.

Baca Juga: Silmy Karim Sebut Pengetatan Visa Investor Perkuat UMKM Lokal

Dilansir dari ANTARA, Plt. Direktur PSKBA Kemensos, Masryani Mansyur menjelaskan pendistribusian air bersih tersebut terdiri atas 6.000 liter di Desa Soko dan 12.000 liter di Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung. Kemudian, 12.000 liter di Kecamatan Solokuro dan 12.000 liter di Kecamatan Mantup.

Selain itu, Kemensos juga telah melakukan pemetaan titik pendistribusian air bersih pada wilayah terdampak dengan memperhitungkan jarak rumah warga dengan titik pengambilan air agar tidak terlalu jauh.

Selama proses pendistribusian air bersih, Kemensos juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait rencana pengeboran titik sumber air, pembuatan penampungan air dan pipanisasi.

Baca Juga: BNPB: 10.586 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Tebing Tinggi

"Untuk lokasi pengeboran sumber airnya akan dibicarakan langsung oleh pemerintah setempat, yang mana dapat menyokong ke beberapa kecamatan yang ada di Lamongan," ujar Masryani.

Sebagai informasi, musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sejak April 2024, menyebabkan 98 desa yang tersebar di 15 kecamatan mengalami kekeringan hingga krisis air bersih.

Ribuan kepala keluarga (KK) di Lamongan yang terdampak kekeringan ini, harus patungan membeli air bersih seharga Rp300.000 sampai Rp350.000 per tangki dengan kapasitas 4.000 liter agar mencukupi kebutuhan makan minum cuci kakus (MMCK) mereka. Hal ini dilakukan karena jarak sumber air dengan rumah warga sekitar 2 km.*

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#air bersih#Kemensos
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.