
Jadi Beban Negara, Puluhan Asrama Haji Harus Dimonetisasi

VOICEINDONESIA.CO, Banjarmasin – Pemerintah berkomitmen mentransformasikan pusat-pusat embarkasi tersebut agar beroperasi sepanjang tahun sebagai pusat layanan terpadu (service hub) bagi jamaah umrah, sekaligus menjadi sumber baru Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikelola secara produktif.
Langkah ini diambil guna menghentikan siklus pemborosan anggaran tahunan, di mana kompleks asrama haji yang megah sering kali terbiarkan kosong dan terbengkalai pasca-musim penutupan kloter haji reguler.
Dengan membuka pintu bagi jutaan jamaah umrah yang berangkat sepanjang tahun, fasilitas penginapan, aula pertengahan, hingga replika tempat manasik dapat dimaksimalkan untuk memberikan pembekalan pra-keberangkatan yang representatif sekaligus mendatangkan perputaran ekonomi bagi daerah.
“Asrama haji seharusnya tidak hanya menjadi pusat pengeluaran anggaran pemerintah, tetapi perlu berkembang menjadi sumber penerimaan negara melalui pengelolaan fasilitas yang optimal,” kata Irfan Yusuf setelah meresmikan Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (10/7/2026).
Irfan menegaskan bahwa penguatan sarana fisik yang dibangun menggunakan dana negara harus dibarengi dengan inovasi fungsional demi meningkatkan nilai tambah bagi kualitas pelayanan umat.
Melalui integrasi sebagai hub pelayanan umrah, para calon jamaah dapat menikmati fasilitas karantina kesehatan, pemeriksaan dokumen keimigrasian terpadu, hingga bimbingan ibadah akhir secara lebih terstruktur di satu titik strategis sebelum bertolak menuju Arab Saudi.
“Jamaah umrah bisa mendapatkan pelayanan yang baik sebelum berangkat, sehingga keberadaan asrama haji benar-benar dirasakan manfaatnya lebih luas,” ujar Menhaj.
Di samping membedah optimalisasi gedung yang sudah ada, Menhaj turut memaparkan terobosan baru berupa efisiensi birokrasi penataan logistik keberangkatan internasional.
Ia mencontohkan keberhasilan uji coba sistem embarkasi baru di Daerah Istimewa Yogyakarta yang pada musim haji tahun ini sukses menerbangkan ribuan jamaah langsung dari landasan pacu bandara internasional setempat tanpa harus bergantung pada keberadaan fisik sebuah asrama haji tradisional.
“Pola tersebut dapat menjadi alternatif bagi daerah lain yang memenuhi persyaratan, terutama dari sisi kelayakan bandara dan jumlah jamaah haji,” tutur Irfan.
Menurut evaluasi kementerian, model keberangkatan langsung dari bandara terbukti mampu memotong rantai akomodasi yang melelahkan bagi para lansia tanpa menurunkan standardisasi keselamatan dan kekhidmatan ibadah.
“Oleh karena itu, setiap daerah dapat mengembangkan model pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan sepanjang tetap memenuhi ketentuan penyelenggaraan ibadah haji,” kata Menhaj Irfan Yusuf.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



