
Ketua Baznas Paparkan Program Pengentasan Kemiskinan di Malaysia

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad memaparkan sejumlah program terkait upaya pengentasan kemiskinan yang dijalankan Baznas dalam Forum Serantau YAPIEM (FSY) 2024 di Malaysia.
“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang saat ini berfokus mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Kami saat ini fokus untuk itu,” ujar Achmad dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (03/10/2024).
Ia mengungkapkan, membantu masyarakat keluar dari kemiskinan bukan perjuangan yang mudah. Saat ini, katanya, Baznas tengah menargetkan bisa mengubah 1,2 juta mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) pada 2025.
Baca Juga: Komnas HAM minta DPR 2024 - 2029 prioritaskan RUU PPRT hingga TPPO
“Caranya bagaimana? Kami memberikan beasiswa. Tahun ini kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu orang baik di dalam maupun di luar negeri. Kami juga memberikan bantuan ekonomi produktif seperti BAZNAS Microfinance Masjid,” kata Achmad.
Menurut dia, Program BAZNAS Microfinance Masjid dapat membantu meningkatkan ekonomi jamaah masjid. Dalam program tersebut, jamaah nantinya hanya mengembalikan sejumlah dana kepada masjid untuk diputar kembali kepada jamaah lain yang membutuhkan.
Selain memberikan beasiswa dan bantuan masjid, Baznas juga mendirikan balai ternak di wilayah produktif sehingga ekonomi masyarakat di sekitarnya diharapkan bisa berkembang.
Baca Juga: Dirjen: Operasi Jagratara komitemen Imigrasi pastikan WNA patuhi aturan
“Kami juga mendirikan balai-balai ternak. Di Indonesia kami memiliki balai ternak kambing, ayam, ikan, dan balai ternak sapi. Kami memberikan modal kepada para mustahik yang nantinya keuntungan dari situ diharapkan bisa disalurkan kepada umat yang lain,” paparnya.
Dalam forum yang digelar pada Senin (1/10) malam itu, Achmad menegaskan pihaknya terus memberikan pendampingan terhadap mustahik penerima manfaat program-program yang diinisiasi Baznas.
“Pendampingan ini untuk memastikan program yang kita jalankan dengan tujuan menyejahterakan umat bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga para pendamping yang kita terjunkan telah dilatih terlebih dahulu,” kata dia.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



