
Komdigi dan CSO Siapkan Alat Deteksi Deepfake Berbasis AI

VOICEINDONESIA.CO, Yogyakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil (civil society organization/CSO) tengah menyiapkan alat pendeteksi konten deepfake berupa video, gambar, dan suara palsu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam sebuah acara di Yogyakarta, Jumat (27/6/2025).
“CSO seperti Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) sedang mengembangkan tools yang bisa mengecek kebenaran konten, bukan hanya teks, tapi juga video, gambar, dan suara. Saat ini masih dalam tahap soft launching,” ujar Bonifasius.
Pengembangan alat ini merupakan kelanjutan dari portal CekFakta, yang kini diintegrasikan dengan teknologi AI agar bisa melakukan verifikasi lintas format media.
Bonifasius menambahkan bahwa kehadiran alat ini bertujuan menghadapi tantangan penyalahgunaan teknologi AI, yang dapat merugikan publik melalui disinformasi dan manipulasi digital.
Selain pengembangan teknologi, pemerintah juga mendorong edukasi etik digital bagi masyarakat, khususnya pembuat konten.
Transparansi menjadi penting, terutama dalam menyatakan apakah konten dibuat secara nyata atau menggunakan bantuan AI.
“Transparansi terhadap penggunaan AI perlu ditegaskan agar publik tidak mudah tertipu oleh konten palsu,” tandasnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



