
Koordinator Riset: BRIN terbuka bagi periset dalam dan luar negeri

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Koordinator Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri, BRIN, Yeni Kusumawati mengatakan bahwa pihaknya membuka gerbang yang lebar bagi pihak dalam negeri maupun pihak asing untuk melakukan riset bersama di Indonesia.
“BRIN sendiri sangat terbuka, kalau misal rekan-rekan baik dari industri, lembaga riset yang ada di dalam dan luar negeri, kalau mau kerja sama untuk riset bareng dan menghasilkan teknologi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, ayo kita siap dan terbuka,” katanya dalam kegiatan diskusi "Riset dan Teknologi untuk Mobilitas Perkotaan yang Inklusif" secara daring, Jumat (27/9/2024).
Dilansir dari ANTARA, BRIN yang merupakan pusat riset satu-satunya milik pemerintah, menurut dia, bisa dimanfaatkan oleh siapapun asalkan dapat menghasilkan produk yang bisa digunakan dan memiliki kebermanfaatan bagi khalayak.
Baca Juga: BKKBN Paparkan Alasan Stunting Dapat Meningkatkan Risiko Tuberkulosis
Terlebih bagi mereka yang sudah melakukan riset terlebih dahulu, dengan akar permasalahan yang sudah ditemukan. Maka, BRIN siap untuk diajak berkolaborasi dalam menuntaskan permasalahan yang sudah mereka riset sebelumnya.
“Dari hasil riset mereka ini, sangat membuka peluang untuk kita mengembangkan lebih lanjut teknologi apa yang bisa kita berikan ke mereka, karena permasalahan sudah ditemukan berarti kita bisa mengembangkan lebih lanjut teknologi apa yang bisa dijadikan untuk mengatasi permasalahan itu,” jelas dia.
Dalam hal ini, dia mencontohkan bahwa permasalahan yang dimiliki oleh penyandang tunanetra adalah kesulitan untuk menemukan jalan. Dalam hal ini, pihaknya siap untuk diajak berkolaborasi dalam memecahkan permasalahan tersebut dengan sumber daya yang mereka miliki saat ini.
Baca Juga: Menaker: Pertambahan wirausaha TKM dukung perluasan kesempatan kerja
“Misalnya saja image processing, teknologi yang mungkin sangat bermanfaat untuk penyandang tunanetra jika mereka kesulitan mengetahui lokasi tempat mereka berada. Jadi, nantinya, contoh, mereka hanya menggunakan HP mereka dan foto asal, lalu mereka mengetahuinya nama lokasi tersebut,” ujar dia.
Dalam hal ini, pihaknya bisa melibatkan periset IT, bahasa dan juga periset transportasi yang dimiliki oleh BRIN. Sehingga, para penyandang tunanetra tidak lagi tersulitkan dalam menemukan lokasi yang mereka cari maupun dengan mudah mengetahui lokasi saat mereka berada.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



