
Kunjungi Kemensos, 4 Pemda Curhat Masalah Kemiskinan hingga Bencana

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menerima audiensi perwakilan dari empat daerah, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Poso, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Kebumen, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Pertemuan tersebut membahas percepatan pengentasan kemiskinan serta penanganan berbagai persoalan sosial dan kebencanaan di daerah.
Dalam pertemuan itu, Wamensos Agus Jabo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Buruh Tuntut Kenaikan UMP 2026 Hingga 1,5 Persen, Begini Kata MenakerSalah satu fokus utama, kata dia, adalah memastikan seluruh program sosial seperti bantuan sosial dan Sekolah Rakyat berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran dan tepat guna.
“Tepat atau tidaknya pelaksanaan program sangat bergantung pada data dari daerah. Karena itu, saya minta pemerintah daerah aktif dalam melakukan pemutakhiran data, sebab data bersifat dinamis,” ujar Agus Jabo.
Ia menambahkan, validitas data menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan berbagai program perlindungan sosial.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus mendorong pemerintah daerah melakukan pembaruan data secara berkala agar tidak terjadi tumpang tindih penerima manfaat.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pembahasan UMP 2026 Bakal Libatkan Buruh Hingga PengusahaSelain membahas soal data dan kemiskinan, pertemuan tersebut juga menyoroti persoalan kebencanaan di sejumlah daerah.
Kabupaten Sikka dilaporkan kerap terdampak erupsi Gunung Lewotobi, Kabupaten Poso berada di kawasan rawan gempa akibat aktivitas Sesar Tokararu, sementara Pemalang dan Kebumen menghadapi ancaman bencana alam berulang seperti banjir dan tanah longsor.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Sosial memastikan kesiapsiagaan logistik di wilayah rawan bencana melalui penguatan lumbung sosial.
“Saat ini, Kemensos telah mendirikan empat lumbung sosial di Kabupaten Sikka. Untuk memperkuat kesiapsiagaan, kita akan segera mengisi kembali stok logistiknya,” jelas Agus Jabo.
Ia juga meminta pemerintah daerah aktif melaporkan kebutuhan kebencanaan agar ketersediaan buffer stock di lumbung sosial tetap terkendali.
Selain itu, Agus Jabo mendorong penguatan mitigasi melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai langkah antisipasi dini di tingkat komunitas.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



