
Kunjungi Pasar di Surabaya, Teten Masduki Upayakan Revitalisasi Pasar Terhubung dengan Digital
Surabaya – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengupayakan revitalisasi pasar rakyat atau tradisional yang terhubung dengan digitalisasi.
“Kami menargetkan transformasi digital sebanyak 30 juta pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) hingga tahun 2023,” kata Teten Masduki, Surabaya, Minggu, 9 Juli 2023.
Dilansir dari ANTARA, Senin, 10 Juli 2023, Sebagai pilot project (proyek percobaan), pihaknya meminta Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membenahi sistem agar kedepan para pedagang pasar tradisional di wilayah tersebut seluruhnya mampu berjualan secara daring.
Menurutnya, sampai hari ini baru 21 juta pelaku UMKM yang terhubung digitalisasi, 18 ribu di antaranya adalah pedagang pasar tradisional.
Jika revitalisasi pasar tradisional ditata mulai sekarang, maka target transformasi digital sebanyak 30 juta pelaku UMKM di tahun 2024 optimistis akan tercapai.
Revitalisasi tersebut meliputi penataan agar pemasok seperti petani buah, sayur mayur, maupun peternah dan lain sebanaginya lebih mudah menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok atau sembako di pasar tradisional.
Selain itu, para pedagang terhubung dengan marketplace atau lokapasar digital sehingga aktivitas jual beli dapat dilayani secara daring.
“Ini kan perlu diedukasi bagaimana pedagang di pasar melakukan perdagangan, wrapping lalu buat harga. Menurut saya dibandingkan pasar modern, ini jauh lebih kompetitif. Para pedagang di pasar tradisional tidak perlu menyewa tempat untuk berjualan yang mahal. Jualan tetap di pasar tapi juga melayani daring. Tinggal dirapikan sistemnya,” ujarnya.
Robiatul Adawiyah adalah salah satu pedagang pasar tradisional di Surabaya yang telah menikmati banyak keuntungan dari berjualan daring sejak tahun 2020.
Pedagang buah-buah dan sayur mayur di Pasar Pucang Surabaya itu mencatat omzet dari penjualan daring rata-rata Rp2 juga lebih per hari.
Dibanding penjualan luring, yang menurutnya seringkali tidak mencapai Rp1 juta per hari.
Perempuan berusia 24 tahun itu bahkan pernah mencapai omzet Rp120 juta hanya dari penjualan daring sebulan.
“Setelah masuk lokapasar digital sih banyak perkembangannya. Omzetnya naik drastis sampai beberapa persen. Omzet dari penjualan daring selalu jauh lebih tinggi daripada luring,” ucapnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



