
Lanal Bintan Tangkap Puluhan PMI Non Prosedural

VOICEIndonesia.co, Tanjungpinang - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bintan menangkap puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, yang berangkat dari Malaysia ke wilayah Indonesia dengan menggunakan kapal berkecepatan tinggi.
"Para PMI non prosedural ini berangkat dari Malaysia tujuan Indonesia, tepatnya Kota Batam, Kepri," kata Komandan Lanal Bintan Letkol Eko Agus Susanto dalam keterangan pers di kantornya, Selasa (26/03/2024).
Letkol Eko menjelaskan kronologis kejadian berawal dari adanya informasi intelijen bahwa akan ada kapal berkecepatan tinggi membawa sejumlah PMI non prosedural dari Malaysia masuk wilayah Indonesia.
Selanjutnya, kata dia, Tim Fleet One Quick Respond (F1QR) Lanal Bintan dibagi menjadi tiga tim untuk melakukan penyekatan. Tim satu melaksanakan penyekatan di perairan OPL atau jalur satu Indonesia - Malaysia.
Sedangkan tim dua melaksanakan penyekatan di perairan Kabil, Batam dan tim tiga sebagai tim penyekatan di wilayah darat.
Baca Juga: KBRI Tokyo Minta ABK Taati Aturan Hukum di Jepang
Pada Selasa sekira pukul 04.10 WIB, tim satu memonitor adanya objek bergerak dari Malaysia masuk menuju Batam. Tim satu langsung melaksanakan pengejaran serta mencoba kontak dengan kapal pengangkut PMI ilegal itu agar berhenti, namun pelaku atau tekong kapal justru menambah kecepatan untuk melarikan diri.
Lalu, tim satu memberikan isyarat tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Mendengar suara tembakan itu, pelaku langsung berbelok kiri menuju pantai Pertamina Tanjung Uban, namun tim satu berhenti mengejar dikarenakan pelaku menuju perairan dangkal dan situasi air laut sedang surut.
Berikutnya sekira pukul 04.25 WIB, kapal cepat tersebut langsung dikandaskan di perairan belakang Pertamina Tanjung Uban. Pelaku dan PMI melarikan diri ke hutan Pertamina.
"Lalu, Tim F1QR melaksanakan pemeriksaan kapal cepat itu dan menginformasikan ke tim tiga di darat untuk melaksanakan pengejaran ke dalam hutan Pertamina," ungkap Letkol Eko.
Lanjut Letkol Eko menyampaikan sekira pukul 06.20 WIB, tim tiga akhirnya berhasil menemukan PMI di pantai dan lari menuju ke Kompleks Pertamina. Personel TNI AL pun berhasil mengamankan sebanyak 28 PMI non prosedural, masing-masing sepuluh orang di Kompleks Pertamina, empat orang di pantai Sungai Lepah, dan 14 orang di hutan Pertamina.
"PMI beserta barang bawaan dibawa ke Mako Lanal Bintan, termasuk kapal cepat yang digunakan pelaku dibawa menuju Posbinpotmar Mentigi, Tanjung Uban guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," demikian Letkol Eko.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



