
Kemhan Coret Materi Latihan Taktik Militer Usai 5 Calon Manajer Kopdes Tewas

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengambil langkah drastis dengan menghapus seluruh materi latihan taktik militer maupun penggunaan senjata api dalam program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Kebijakan ini diambil sebagai hasil evaluasi total sekaligus respons darurat menyusul adanya tragedi lima orang peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang meninggal dunia saat mengikuti masa orientasi fisik.
Pemerintah memutuskan untuk mengubah total haluan kurikulum kepelatihan dari yang semula dirancang semi-militer kini beralih murni ke pembekalan manajerial dan wawasan kebangsaan.
Para peserta program pemerintah ini juga resmi dicoret dari daftar calon Komponen Cadangan (Komcad) guna menyesuaikan kapasitas fisik dan fungsi utama mereka sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa.
"Kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, usai menggelar rapat kerja tertutup bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Donny memaparkan bahwa potret kurikulum baru bagi para peserta kini difokuskan pada penguatan nilai-nilai dasar nasionalisme, patriotisme, dan manajemen kepemimpinan (leadership). Pola latihan kedisiplinan yang tersisa tidak lagi menyentuh kontak fisik berat, melainkan berupa kedisiplinan dalam mematuhi jadwal harian serta simulasi kerja sama tim yang dibutuhkan dalam memimpin sebuah korporasi desa.
"Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami verifikasi," ujar Wamenhan.
Mengenai misteri kematian lima peserta SPPI, Kemenhan membeberkan bahwa berdasarkan hasil rekam medis, kelima korban memiliki penyebab kematian yang berbeda-beda.
Faktor pemicu utamanya didominasi oleh kelelahan akut akibat syok perubahan pola hidup secara mendadak, faktor cuaca ekstrem di lokasi latihan, serta adanya riwayat penyakit bawaan (komorbid) yang tidak terdeteksi sejak awal seleksi.
Kendati demikian, Donny menegaskan bahwa secara umum mayoritas peserta lainnya berada dalam kondisi kesehatan yang prima dan mampu menyelesaikan tahapan diklat dengan baik.
Salah satu penyebab peserta yang meninggal adalah akibat medis faktor situasi lapangan yang melebihi ambang batas ketahanan fisik individu tertentu.
"Mungkin ada kasus-kasus tertentu ya, kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya, sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," katanya menerangkan.
Menhan beserta jajaran menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas insiden fatal yang tidak diduga tersebut. Kemenhan berjanji akan menjadikan peristiwa memilukan ini sebagai pelajaran berharga agar sistem penyaringan serta metode pelatihan di masa depan dirombak total demi mencegah jatuhnya korban jiwa baru.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kedinasan, seluruh pembiayaan dari mulai penanganan medis darurat, ongkos pemulangan jenazah ke kampung halaman, hingga prosesi pemakaman telah ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Selain itu, kementerian tengah mempercepat pencairan dana kompensasi asuransi ketenagakerjaan bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Kami juga sudah memberikan santunan ataupun perawatan dukungan pertama pemulangan jenazah, pemakaman, juga santunan yang diberikan dari Kementerian Pertahanan dan juga kami membantu untuk pengurusan proses santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang masih dalam proses," pungkas Donny. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



