VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Mahalnya harga logistik di Papua yang selama ini membebani masyarakat akan segera diatasi melalui penuntasan pembangunan jalan Trans Papua.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan urgensi penyelesaian proyek infrastruktur strategis tersebut saat memberikan arahan kepada kepala daerah se-Papua di Istana Negara Jakarta, Selasa (16/12/2025). Konektivitas yang terbangun diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini panjang dan mahal, sekaligus membuka akses ke wilayah-wilayah terisolasi.
"Agar harga logistik bisa kita potong, kita kurangi," tegas Prabowo.
Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua menjadi langkah konkret untuk memastikan realisasi pembangunan. Komite ini bertugas mengawal kepala daerah agar anggaran pembangunan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Baca Juga: 15 KK dari Yogyakarta Ditransmigrasikan ke Sulawesi, Dapat Tunjangan Hidup Setahun
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Jumat (31/10/2025) menargetkan pengerjaan Jalan Trans Papua segmen Jayapura-Wamena selesai pada semester II 2026. Namun, proyek ini menghadapi kendala terkait pembebasan lahan yang belum 100 persen tuntas dan gangguan keamanan sporadis di lapangan yang membuat pembangunan tidak berjalan lancar.
Program prioritas pemerintah juga dipastikan menjangkau seluruh Papua, mulai dari makan bergizi gratis yang sudah berjalan di sejumlah daerah, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan di pesisir, hingga food estate untuk ketahanan pangan. Meski demikian, program makan bergizi gratis belum sepenuhnya sampai ke daerah terpencil.
Selain pembangunan infrastruktur, presiden meminta kepala daerah menjaga kawasan wisata Papua, khususnya Raja Ampat yang sudah mendunia. Keindahan alam Papua disebut menarik perhatian tokoh-tokoh dunia untuk berkunjung, namun harus dijaga dari kerusakan akibat aktivitas wisata.
Baca Juga: Danantara Kebut Pembangunan PLTSa
"Sekarang pun saya kira banyak tokoh-tokoh dunia mengerti dan mau berwisata di Papua, Raja Ampat saya kira sudah menjadi terkenal di dunia," ujarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri 42 bupati se-Papua, 6 gubernur, dan 10 anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua. Sejumlah menteri turut hadir termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia