
Menkop UKM Persiapkan Tiga Startup Tuk Pengembangan Talenta Penyandang Disabiltas

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Dalam rangka mendukung para penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mempersiapkan tiga start up.
Teten Masduki mengatakan tiga start up ini merupakan aplikasi digital yang akan membantu disabilitas dalam pengembangan diri dan talenta, ketiga start up itu adalah Silang, Hear Me dan Deep Marketer.
"Ini sedang kami inkubasi. Kami carikan juga dukungan pembiayaan," kata Teten Masduki, Jakarta, Minggu, 3 Desember 2023.
Menurut Teten, penggunaan teknologi, termasuk bantuan aplikasi digital, sangat penting bagi masyarakat disabilitas untuk membantu kehidupannya sehari-hari.
Kemenkop UKM memastikan terus membuat inisiatif untuk mendukung percepatan transformasi digital UMKM secara holistik untuk mendukung para disabilitas.
Baca Juga: Kampanye di Banten Prabowo Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin
Ia percaya kekurangan para penyandang disabilitas akan mampu dipermudah lewat teknologi.
"Harapannya selain dukungan buat para disabilitas juga kita pikirkan bagaimana ekosistem dari kewirasusahaan di lingkungan para disabilitas," kata Teten.
Dilansir dari ANTARA, Senin, 4 Desember 2023, merujuk data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2020, jumlah penyandang disabilitas Indonesia mencapai 28,05 juta orang, yang 22 persen di antara berada pada kelompok usia produktif.
Kendati akses dan keterjangkauan pendidikan bagi penyandang disabilitas terus meningkat, namun hingga 2020 sebanyak 72 persen penyandang disabilitas masih bekerja di sektor informal, berdasarkan Indeks Kesejahteraan Sosial 2020.
Kemenkop UKM juga berkolaborasi dengan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) yang berkomitmen penuh untuk mendukung inklusi dan pemberdayaan sahabat disabilitas.
Baca Juga: Menteri PANRB Dorong Digitalisasi Tuk Optimalisasi Pelayanan
Yayasan PTI mengembangkan pendekatan pemberdayaan terhadap masyarakat disabilitas dengan membangun ekosistem dan menyiapkan inkubator bagi mereka untuk tumbuh kembang.
Selain itu, Yayasan PTI juga menggandeng beberapa perusahaan untuk menjadi tempat magang dan belajar para penyandang disabilitas.
"Kami bersama PTI coba berkolaborasi untuk membuat ekosistem usaha bagi para penyandang disabilitas. Dan, saya kira kerja sama ini cukup baik karena dari PTI berhasil juga menggandeng para pebisnis untuk jadi tempat belajar dan magang disabilitas," kata Teten.
Teten melanjutkan dengan penyerapan tenaga kerja ini bagus untuk mengajak semua pihak beri ruang dan kesempatan untuk belajar dan disabilitas bisa mengembangkan diri dan talenta.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



