
Menteri PPPA: Pemberdayaan perempuan didorong agar lebih mandiri

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mendorong pemberdayaan perempuan, baik melalui pelatihan, akses permodalan, maupun peningkatan keterampilan, agar mereka dapat lebih mandiri.
"Penting bagi kita untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, baik melalui pelatihan, akses permodalan, maupun peningkatan keterampilan, agar mereka dapat berkontribusi lebih besar dan lebih mandiri," kata Bintang Puspayoga dalam keterangan, di Jakarta, Jumat (18/10/2024).
Saat membuka kegiatan Sanur Village Festival ke-17 di Pantai Mertasari Sanur, Bali itu, Menteri PPPA memberikan apresiasi atas tema yang diusung tahun ini, yaitu Asta Brateswarya yang berarti delapan sifat kepemimpinan.
Baca Juga: Mensos Pastikan Distribusi Bantuan Bencana Paling Lama Dua Jam
"Pemilihan tema Asta Brateswarya sangat tepat. Sanur Village Festival diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam memilih pemimpin yang bijaksana dan berintegritas," katanya.
Dilansir dari ANTARA, menurut Bintang. selain sifat-sifat kepemimpinan yang terkandung dalam Asta Brateswarya, pemimpin juga harus mampu mengarusutamakan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).
"Saya yakin, kepemimpinan yang baik adalah yang mampu merangkul semua elemen masyarakat, termasuk perempuan dan anak, dalam proses pembangunan yang inklusif," katanya.
Menurut dia, infrastruktur dan fasilitas yang disediakan dalam Sanur Village Festival harus ramah terhadap perempuan, anak, serta mendukung inklusi GEDSI.
Baca Juga: Bareskrim petakan hulu-hilir penyelundupan benih lobster jaringan darat
"Jika sudah ramah GEDSI, maka fasilitas tersebut pasti juga ramah bagi laki-laki dan seluruh masyarakat," katanya.
Sanur Village Festival juga memberikan ruang penting untuk mengenalkan anak-anak pada nilai-nilai budaya dan tradisi lokal sejak dini.
"Ini adalah bagian dari pendidikan karakter, di mana anak-anak tidak hanya tumbuh dengan pengetahuan akademis, tetapi juga memahami dan menghargai akar budaya mereka," katanya.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



