
Meski Stok Aman Tapi Nelayan Keluhkan Solar Subsidi Sulit Didapat

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menegaskan pentingnya kehadiran negara yang cepat dan responsif dalam menjamin ketersediaan energi bagi nelayan kecil di tengah ketidakpastian harga energi dunia.
Berdasarkan tinjauan lapangan di Trenggalek dan Pacitan, Jawa Timur, stok solar bersubsidi dipastikan masih aman dengan harga yang tetap stabil.
Saat ini, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp1.000 per liter, sehingga nelayan dapat menebus solar dengan harga Rp6.800 per liter dari harga normal Rp7.800 per liter.
Riyono menilai harga tersebut masih dalam batas terjangkau dan sangat meringankan beban operasional nelayan kecil dengan kapal di bawah 30 GT.
“Kehadiran negara bagi nelayan wajib cepat dan responsif. Kondisi energi yang tidak menentu membuat negara harus terus siap dan membela kepentingan nelayan kecil,” ujar Riyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2026).
Meskipun harga subsidi stabil, tantangan tetap dirasakan oleh pengusaha perikanan tangkap skala besar dan menengah yang mulai terdampak kenaikan harga solar non-subsidi sejak akhir April lalu.
Di sisi lain, nelayan kecil masih mengeluhkan aksesibilitas solar yang terkadang sulit didapatkan di lapangan, ditambah kendala cuaca ekstrem dan siklus terang bulan yang menghambat aktivitas melaut.
Catatan APBN menunjukkan alokasi solar subsidi tahun 2026 mengalami sedikit penurunan sekitar 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, alokasi sebesar 18,41 juta KL justru terealisasi hingga 18,88 juta KL, yang berarti penggunaan di lapangan melebihi kuota yang disediakan pemerintah.
Politisi Fraksi PKS yang akrab disapa "Riyono Caping" ini mengingatkan bahwa nelayan kecil merupakan tulang punggung penyedia protein laut bagi dunia.
Perlindungan terhadap akses energi ini secara langsung berdampak pada keberlangsungan hidup hampir 3 juta rumah tangga nelayan di seluruh Indonesia.
Selain masalah solar, dalam dialog bersama pemangku kepentingan di dapilnya, para nelayan juga mengharapkan adanya stabilitas harga jual ikan yang layak serta bantuan berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



