
RI Diminta Keluar dari BoP Usai 5 WNI Diculik Tentara Isarel

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aktris sekaligus Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Wanda Hamidah mendesak pemerintah kembali mempertimbangkan keluar dari Board of Peace (BoP) buatan Presiden AS Donald Trump setelah lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap tentara Israel. Lima WNI diketahui ditangkap saat menjalankan misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla di perairan Siprus.
Wanda meminta pemerintah Indonesia memberikan perlindungan sebesar-besarnya kepada WNI yang diculik oleh zionis Israel. Kemungkinan lima WNI yang terkonfirmasi telah ditangkap akan dibawa dan ditahan oleh Israel.
"Terutama untuk menekan negara kita menekan Presiden kita untuk segera keluar dari Board of Genocide yang diadakan oleh Trump," kata Wanda dalam konferensi pers, Senin (18/5/2026) malam.
Wanda menjelaskan kemungkinan besar lima WNI akan ditempatkan dan dipenjara di dalam pemukiman ilegal zionis Israel di Tel Aviv. Dia juga mendesak Kementerian Luar Negeri RI khususnya Kedutaan Besar RI yang berada di sekitar Israel untuk bergerak cepat.
"Kemungkinan besar juga akan ditempatkan dan dipenjara di dalam pemukiman ilegal zionis Israel di Tel Aviv," ucapnya.
Wanda mendesak KBRI yang berada di Amman Jordania, Kairo Mesir, Siprus, dan Yunani untuk bersiap siaga melakukan langkah-langkah advokasi guna menyelamatkan warga negara Indonesia. Dia berharap semua masyarakat bisa melakukan tekanan kepada pemerintah untuk menyelamatkan para WNI yang sedang ditangkap.
"Untuk bersiap siaga melakukan langkah-langkah advokasi guna menyelamatkan warga negara Indonesia yang hari ini ditahan diculik," katanya.
Dari Command Center Istanbul, influencer Chiki Fawzi mengabarkan ada lima WNI yang menjadi korban intersep Israel. Pertama adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Joseph.
Kemudian tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk yakni Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, dan Andre Prasetyo Nugroho. Terakhir adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal BoraLize.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataannya mengungkapkan setidaknya ada 10 kapal Global Sumud Flotilla yang ditangkap oleh tentara Israel. Seorang WNI yang berada di Kapal Josef yakni Andi Angga Prasadewa saat ini yang baru bisa dikonfirmasikan telah ditangkap tentara Israel.
"Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan," bunyi pernyataan Yvonne.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



