
Pelaksanaan Haji 2026 Diusulkan Jadi Instrumen Perdamaian Dunia

Baca Juga: Siti Anilah Bantah Beri Kuasa ke Pihak Lain Ia menekankan bahwa haji adalah momen yang tepat untuk menyampaikan pesan damai kepada pihak-pihak yang bertikai. "Menjadikan haji sebagai diplomasi damai ini untuk menyampaikan kepada seluruh pihak, berhentilah perang. Ini kita mau haji, ini jemaah mau haji," ujar Hidayat Nur Wahid. Hidayat menyoroti pentingnya keselamatan jalur transportasi internasional menuju Mekkah dan Madinah. Menurutnya, keamanan penerbangan jamaah dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Iran, Amerika Serikat, hingga Indonesia, sangat bergantung pada stabilitas situasi di jalur-jalur perjalanan tersebut. Baca Juga: Menaker Soroti Minimnya Penguasaan AI di Dunia Kerja Indonesia "(Jamaah) Haji itu dari seluruh dunia, termasuk sangat banyak dari Iran, sangat banyak dari Amerika. Berhentilah perang, jangan lagi melakukan perang. Perjalanan menuju Mekkah dan Madinah itu sangat tergantung dengan apa yang ada di jalan," imbuhnya. Lebih lanjut, politisi senior ini menolak keras segala bentuk serangan militer yang menyasar fasilitas sipil dan nonmiliter, baik di Iran maupun di Arab Saudi. Ia berharap gencatan senjata sementara yang saat ini terjadi antara AS dan Iran dapat ditingkatkan menjadi gencatan senjata permanen. Hidayat juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kerajaan Arab Saudi atas upaya maksimal dalam menjamin keamanan dalam negeri menjelang puncak musim haji. Ia menilai dialog yang mulai terbangun antara Menteri Luar Negeri Iran dan Menlu Arab Saudi merupakan langkah positif untuk menurunkan eskalasi konflik di kawasan. "Kalau itu kemudian bisa terbantu dengan berhentinya perang, tentu akan menjadi sesuatu yang sangat baik. Dan kalau itu terjadi, maka peran Indonesia menghadirkan itu, serta menghadirkan perdamaian berlaku dengan sangat efektif," pungkasnya. (af/hi) Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



