
Pemprov DKI Jakarta Siaga Penularan Super Flu

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan “super flu”, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi masuknya kasus tersebut ke Indonesia.
“Soal super flu yang sedang dikhawatirkan. Informasi penularannya belum masuk ke Indonesia, namun tetap kita harus waspada,” kata Rano saat menyambangi Kantor Pemerintah Kota Jakarta Barat, Senin (5/1/2025).
Rano menegaskan, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan mengingat penyakit menular umumnya bersifat lintas negara.
Baca Juga: 37 WNI di Venezuela Dalam Kondisi AmanSalah satu upaya sederhana yang disarankan adalah menggunakan masker saat bepergian, terutama di tempat umum dan keramaian.
“Penyakit seperti ini kan sifatnya penyakit pendatang,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meningkatkan pemantauan terhadap wisatawan atau warga yang baru kembali dari luar negeri, terutama saat kedatangan di bandara.
Menurut Rano, pengawasan tersebut sebenarnya merupakan prosedur rutin, namun perlu diperketat seiring meningkatnya kekhawatiran global terhadap penularan flu berat.
Baca Juga: Penjelasan Pemerintah tentang Isu Utama KUHP dan KUHAP Terbaru“Nanti kalau saudara-saudara kita pulang liburan dari luar negeri, saat tiba di bandara harus ada pemantauan. Ini memang kegiatan rutin, tapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama menjelaskan bahwa istilah “super flu” bukanlah istilah medis resmi.
Istilah tersebut kerap digunakan oleh publik atau media untuk menggambarkan infeksi flu dengan gejala lebih berat, durasi lebih lama, atau tingkat penularan yang lebih cepat dibanding flu biasa.
“Istilah ini dipakai media atau publik untuk menggambarkan flu yang terasa lebih berat, lebih lama, atau lebih mudah menular dari flu biasa,” kata Ngabila.
Ngabila mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan.
Salah satu langkah paling efektif adalah melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi pekerja layanan publik dan keluarga.
“Vaksin influenza itu aman, tidak bikin flu, dan sangat dianjurkan,” ujarnya.
Selain vaksinasi, ia juga menyarankan penggunaan masker saat sedang flu atau berada di kerumunan, rajin mencuci tangan, menjaga waktu tidur yang cukup, serta mengelola stres dengan baik karena sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh.
“Terakhir, makan bergizi dan cairan cukup. Pastikan ada protein, sayur, dan buah, jangan hanya karbohidrat,” kata Ngabila. (af/ri)
Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi TotalPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



