
Pengembangan Talenta Menjadi Kunci Bangun Daya Saing

VOICEIndonesia.co, Surabaya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufik menyebutkan pengembangan talenta menjadi kunci dalam membangun daya saing.
"Peradaban dunia tidak hanya penguatan kapital tapi talenta yang menentukan jatuh bangunnya bangsa kita," ujar Taufik saat menjadi pembicara pada "Konference and Expose On Training" Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (13/08/2024)
Dilansir dari ANTARA, Taufik mengatakan ASN harus dibangun pada sebuah kesadaran akan pentingnya pelatihan yang berdampak nyata dalam setiap kinerjanya. Pelatihan yang dibuat tidak boleh lagi berorientasi sekedar pemenuhan tuntutan maupun mengejar sertifikat semata.
Ia mengapresiasi langkah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Diklat Kemenag yang tak hanya mentransformasi kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi sekaligus menciptakan ekosistem.
"Para pejuang inovasi dari badan lembaga litbang, terobosan dan pemikiran dari Badan Litbang, film musik, naskah-naskah yang didigitalisasikan. Ini rangkaian yang sangat penting," kata dia.
Baca Juga: Imigrasi Jakarta Utara Amankan 16 WNA Asal Nigeria
Ia juga memuji upaya transformasi digital yang selama ini dilakukan Kementerian Agama sehingga bisa menjadi panduan bagi instansi atau lembaga lainnya.
Taufik mengatakan bahwa mengelola umat yang beragam dengan satuan kerja dengan jumlah banyak menjadi tantangan besar bagi Kemenag.
Namun, kata dia, dengan keseriusan yang Kemenag dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas, transformasi digital berhasil dikembangkan dalam setiap layanan di Kemenag.
"MOOC Pintar yang dikembangkan Balitbang Diklat Kemenag mampu menjangkau pelatihan hingga jutaan orang, sementara yang lain susah. Selain itu bisa menghemat hingga triliunan," kata dia.
Kepala Balitbang Diklat Kemenag Suyitno mengatakan, satuan kerja yang dipimpinnya layaknya dapur bagi Kementerian Agama.
Balitbang Diklat harus menciptakan ASN yang berkompetensi. Karena itu, kata dia, perlu berbagai menu baru dalam setiap pelatihan SDM dan layanan agar setiap program yang diluncurkan mampu diterjemahkan dengan baik oleh ASN.
"Balitbang Diklat juga punya tugas berat, tetap menjadi penyangga kebijakan Kementerian Agama dalam bentuk 'policy brief'. Makanya kita 'updating: terkait isu-isu keagamaan, pendidikan keagamaan dan kemasyarakatan," kata dia.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



