Baca Juga: Menag Laporkan Fasilitas Jet Pribadi OSO ke KPK Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengajak serikat pekerja dan serikat buruh (SP/SB) untuk berkolaborasi dalam program upskilling dan reskilling. Langkah ini bertujuan untuk mempersiapkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan yang terus berkembang. Sebagai bentuk implementasi, Kemnaker mencatat telah melatih 700 ahli produktivitas serta menyelenggarakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di 63 titik dengan melibatkan perwakilan buruh pada tahun lalu. Menaker juga mendorong serikat pekerja untuk secara aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pusat solusi peningkatan kompetensi bagi anggotanya. Baca Juga: 12 Korban Dugaan TPPO di NTT Dapat Pendampingan Hukum Penuh Selain fokus pada teknologi digital, Yassierli juga menyoroti pentingnya pengembangan lapangan kerja ramah lingkungan atau green jobs. Hal ini merupakan respons terhadap transformasi ekonomi hijau yang menuntut tenaga kerja memiliki karakter dan kompetensi baru. Pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar transisi ekonomi ini berjalan mulus dan tetap berpihak pada kesejahteraan pekerja. Dengan penguatan kompetensi yang terukur dan konkret, Kemnaker optimistis tenaga kerja Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah arus otomatisasi, tetapi juga mampu bersaing secara global. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang tangguh dan adaptif terhadap segala bentuk inovasi teknologi di masa mendatang. (af/hi) Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan?
Baca Berita Lainnya di Google News


























