VOICE Indonesia
Nasional

Penguatan Keterampilan Jadi Kunci Utama Pekerja Hadapi Disrupsi AI

Afifah - VOICEIndonesia.co
Penguatan Keterampilan Jadi Kunci Utama Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Penguatan Keterampilan Jadi Kunci Utama Pekerja Hadapi Disrupsi AI
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa penguatan keterampilan (skill) menjadi kunci utama bagi pekerja Indonesia dalam menghadapi tantangan disrupsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi robotik. Pemerintah pun berkomitmen menjalankan prinsip inklusivitas agar tidak ada pekerja yang tertinggal, kehilangan pekerjaan, atau termarginalkan akibat pesatnya perubahan industri. "Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita siap menghadapi perubahan ini. Tidak boleh perubahan atau disrupsi apa pun di industri membuat pekerja tertinggal, di-PHK, atau termarginalkan," ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026). Selain itu, ia menekankan bahwa semangat no one left behind harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar slogan.

Baca Juga: Menag Laporkan Fasilitas Jet Pribadi OSO ke KPK  Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengajak serikat pekerja dan serikat buruh (SP/SB) untuk berkolaborasi dalam program upskilling dan reskilling. Langkah ini bertujuan untuk mempersiapkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan yang terus berkembang. Sebagai bentuk implementasi, Kemnaker mencatat telah melatih 700 ahli produktivitas serta menyelenggarakan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di 63 titik dengan melibatkan perwakilan buruh pada tahun lalu. Menaker juga mendorong serikat pekerja untuk secara aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pusat solusi peningkatan kompetensi bagi anggotanya. Baca Juga: 12 Korban Dugaan TPPO di NTT Dapat Pendampingan Hukum Penuh  Selain fokus pada teknologi digital, Yassierli juga menyoroti pentingnya pengembangan lapangan kerja ramah lingkungan atau green jobs. Hal ini merupakan respons terhadap transformasi ekonomi hijau yang menuntut tenaga kerja memiliki karakter dan kompetensi baru. Pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar transisi ekonomi ini berjalan mulus dan tetap berpihak pada kesejahteraan pekerja. Dengan penguatan kompetensi yang terukur dan konkret, Kemnaker optimistis tenaga kerja Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah arus otomatisasi, tetapi juga mampu bersaing secara global. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang tangguh dan adaptif terhadap segala bentuk inovasi teknologi di masa mendatang. (af/hi) Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan?

Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#AI#menaker
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.