
Pertamina EP Jambi Laporkan "Ilegaltapping" ke Polisi

VOICEIndonesia.co, Jambi - Pertamina EP Jambi Field melaporkan pencurian minyak dengan membuat sambungan pipa secara ilegal ("ilegal tapping") yang terjadi di KM 18 jalur trunkline Tempino-Kenali Asam ke pihak kepolisian.
Senior Supervisor Main Oil Storage (MOS) Yusnirizal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jambi, Sabtu (27/05/2024), mengatakan pihaknya menemukan "ilegal tapping" ini di KM 18 jalur trunkline Tempino – Kenali Asam .
Setelah dilakukan pengusutan di lokasi kejadian, PEP Jambi Field mengambil langkah tegas melaporkannya ke Polsek Mestong.
Petugas patroli Pertamina Jambi Field mengetahui pencurian ini pada Selasa (21/5) dari ceceran crude oil yang nampak di KM 18 jalur trunkline Tempino – Kenali Asam.
Di lokasi kejadian terlihat pipa dan alat-alat yang dipersiapkan untuk mengalirkan minyak dari trunkline pipa Pertamina. Pengintaian terus dilakukan hingga didapati tumpahan minyak yang bocor dari pipa trunkline akibat ilegal tapping tersebut.
Pertamina EP Jambi Field langsung melakukan penanganan sekaligus tindakan preventif sesuai prosedur menjelaskan langkahnya.
“Tim langsung diterjunkan ke lapangan. Titik kebocoran diatasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan pembersihan,” katanya.
Baca Juga: 6 WNA Tiongkok Digebrek Polisi Batam
Ceceran dan rembesan minyak di sekitar lokasi kejadian, termasuk kolam warga yang terdampak akan dibersihkan dan dilakukan penyedotan. Penanganan oil spill (tumpahan minyak) ini merupakan upaya meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Dia mengatakan ilegal tapping ini tidak hanya merugikan negara, dalam hal ini Pertamina EP Jambi Field, namun juga merugikan dan membahayakan masyarakat juga lingkungan.
Kebocoran yang diakibatkan dari sambungan pipa ilegal tersebut mencemari kolam warga. Bau menyengat juga tercium di lokasi kejadian.
Oleh karena itu, apabila ada kerusakan lingkungan maupun warga yang dirugikan akibat kejadian pencurian minyak ini, Pertamina EP Jambi Field membuka musyawarah untuk dilakukan perbaikan bersama.
Dia menegaskan pelaporan ke pihak yang berwajib akan ditindaklanjuti dengan investigasi secara komprehensif. Kerja sama juga diharapkan dari warga sekitar untuk menjaga bersama aset negara dan lingkungannya.
“Kami berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan lokasi kejadian, juga menghimbau warga untuk tidak membuat api agar terlebih dahulu karena dikhawatirkan akan menyambar ke minyak,” kata Yusnirizal.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



