VOICE Indonesia
Nasional

Pertamina Ubah Mode Kilang Prioritaskan Ketersediaan BBM

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Pertamina Ubah Mode Kilang Prioritaskan Ketersediaan BBM
Pertamina Ubah Mode Kilang Prioritaskan Ketersediaan BBM
VOICEINDONESIA.CO, Cikampek - PT Pertamina Patra Niaga mengubah mode operasi kilang minyak dari orientasi profit menjadi maksimalisasi kuantitas produksi untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak menjelang Lebaran. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan perusahaan tidak lagi berorientasi pada optimasi profit kilang saat ini. Ketersediaan produk dinilai lebih penting daripada profitabilitas mengingat kebutuhan BBM meningkat. "Karena tugas kami itu memastikan availability, accessibility, acceptability, dan juga affordability," katanya di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat pada Senin (16/3/2026). Perubahan strategi ini dilakukan karena Pertamina Patra Niaga mengutamakan availability produk. Kilang-kilang minyak kini beroperasi dalam mode maksimalkan kuantitas produksi dengan output mencapai kurang lebih 1,1 juta barel. "Jadi kami mengutamakan availability sehingga kilang modenya adalah mode maksimalkan kuantitas produksi," ujarnya. Saat ini kilang berproduksi untuk men-top up stok apabila ada penjualan dalam siklus rantai pasok. Mars Ega menjelaskan perubahan mode operasi dari optimasi profit ke maksimalisasi volume diharapkan bisa menjaga ketersediaan stok selalu pada level aman.

Baca Juga : Jangan Panic Buying Ini Pola Pemenuhan BBM Pertamina "Saat ini berproduksi kurang lebih 1,1 juta barel," tegasnya. Kilang-kilang Pertamina di Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap, Balikpapan, dan Sorong saat ini beroperasi secara maksimal. Mars Ega mengungkapkan dari sisi produksi tidak ada kendala berarti, yang menjadi tantangan adalah proses distribusi ke SPBU. "Kalau dari sisi produksi produknya Alhamdulillah saat ini kilang kami ada di Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap, Balikpapan, dan juga Sorong beroperasi secara maksimal," katanya. Pertamina Patra Niaga terus memonitor distribusi sampai ke titik-titik SPBU untuk mengantisipasi kendala di lapangan. Terkadang terdapat daerah yang mengalami kendala distribusi karena macet, cuaca buruk, bencana alam, atau kerusakan fasilitas. "Produksi kilang sendiri kita sudah pada posisi maksimal," tambahnya. Baca Juga : Sambut 24,90 Juta Orang Masuk Jatim, Khofifah Siagakan Layanan Kesehatan dan Pastikan BBM Aman Mode operasi kilang saat ini fokus menghasilkan kuantitas sebanyak-banyaknya untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat. Pertamina mengoperasikan kilang pada posisi maksimal produksi dalam konteks quantity, bukan profit. "Jadi kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi konteksnya quantity," jelasnya. PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan jalur distribusi bahan bakar minyak mulai dari armada kapal laut hingga jaringan SPBU menjelang Lebaran 2026. Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menjelaskan transportasi laut sangat berperan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Saat ini subholding downstream mengoperasikan tidak kurang dari 345 unit kapal dan bisa terus bertambah sesuai kebutuhan untuk mengangkut minyak mentah, produk BBM, maupun LPG. Sekitar 60 persen distribusi LPG di Jawa Tengah didukung oleh armada kapal tersebut. (Sin/Ah). Pilihan Redaksi : Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#ketersediaan BBM#Konflik Timur Tengah#Pertamina
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.