
Polemik Kebun Binatang Bandung, KPK Diminta Turun Tangan

Bandung - Rencana pengamilalihan kebun binatang Bandung oleh pemerintah Kota Bandung dari yayasan Margasatwa Tamansari menuai polemik berkepanjangan. Pegiat anti korupsi mendorong Komisi Pemenerantasan Korupsi (KPK) turun tangan.
Ketua Umum ARM Furqon Mujahid Bangun menyampaikan polemik kebun binatang Bandung saat ini diduga akan menguntungkan pihak tertentu yang disiapkan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkot Bandung.
"Mengapa kepala BPKA kota Bandung begitu ngototnya hingga harus memaksakan diri agar kebun binatang Bandung untuk kembali diserahkan ke pihak ketiga," jelas Furqon (10/06).
Lebih lanjut, Furqon menilai pengambil alihan pengelolaan kebun binatang Bandung tersebut dinilai tidak menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di tingkat kasasi di Mahkamah Agung.
"Jika sudah ada keputusan kasasi dari Mahkamah Agung baru pihak pemerintah kota Bandung bisa melaksanakan pengambilalihan bukan dengan cara arogan seperti ini," tegas Furqon.
Ia bersama dengan elemen masyarakat lain juga menghimbau agar pemkot Bandung dapat menahan diri hingga putusan di tingkat kasasi keluar.
"Kami dari ARM dan beberapa lembaga lainya akan menempuh jalur hukum dan melakukan aksi besar-besaran guna melawan kesewenang-wenangan,"pungkas Furqon.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



