
Polri Cegah Korupsi Dalam Program Pupuk Subsidi Serta Tata Kelola BUMD

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Satuan Tugas Khusus Pencegahan Korupsi Polri (Satgassus Pencegahan Korupsi Polri) meningkatkan upaya untuk melakukan pencegah korupsi dalam program pupuk subsidi dan pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Peran serta pemangku kepentingan dalam pemberantasan korupsi merupakan keniscayaan, oleh karena itu program seperti ini diharapkan akan efektif mengurangi terjadinya penyelewengan dalam program pupuk subsidi maupun tata kelola keuangan BUMD,” kata anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Yudi Purnomo dalam keterangannya, Jumat (27/10/23).
Baca Juga : Bareskrim Komitmen Cegah Penyelewengan Distribusi Pupuk Bersubsidi
Yudi menekankan bahwa acara ini adalah bukti nyata dari komitmen Polri dalam mencegah korupsi dengan presisi. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada peserta, yang bertanggung jawab atas pengelolaan sektor pangan dan keuangan daerah, dalam mencegah praktik korupsi, meningkatkan sistem, dan mengurangi risiko korupsi.
Yudi menyampaikan itu dalam acara diskusi yang diadakan di Aula Hayam Wuruk Setda Jatim. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemrov Jatim), Kementerian Pertanian (Kementan), dan PT Pupuk Indonesia.
Para pembicara yang ahli dan berpengalaman membagikan wawasan mereka untuk memfasilitasi dialog yang konstruktif di antara peserta.
Pada hari pertama, para pembicara terkemuka termasuk Herry Muryanto dari Satgas Pencegahan Korupsi Polri, Kombes Farman dari Direktorat Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur, Dydik Rudy Prasteya dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Gusrizal.
Baca Juga : Diduga Terlibat Tindakan Kriminal, Imigrasi Bali Tangkap Delapan WNA
Lalu, Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dan Yanti Ermawati, Koordinator Pupuk Subsidi Kementan. Diskusi ini dimoderatori dengan cakap oleh Hotman Tambunan, Ketua Tim Pencegahan Korupsi Bidang Pangan Polri.
Hari kedua menampilkan para pembicara seperti Novel Baswedan dari Deputi Satuan Tugas Khusus Pencegahan Korupsi Polri, Jehezkiel Devy Sudarso dari Sekretaris Provinsi Jawa Timur, Muhammad Gunawan Saleh dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jawa Timur.
Lalu Eko Susetyono, Direktur Manajemen Risiko di PT Bank Pembangunan Jawa Timur. Herbert Nababan, Wakil Ketua Tim Bidang Pangan Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, memandu diskusi pada hari tersebut.
Peserta acara melibatkan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai kabupaten/kota. Fokus diskusi ini adalah pada BUMD yang beroperasi di sektor-sektor strategis seperti perbankan dan penyediaan air minum. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



