
Prabowo dan Menhan Malaysia Jalin Kerja Sama Pertahanan Lebih Erat

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersama Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin menjajaki peluang kerja sama pertahanan dua negara yang lebih erat.
Diskusi mengenai kerja sama pertahanan itu merupakan salah satu tema yang dibahas Prabowo dan Khaled Nordin saat keduanya bertemu di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan itu, yang merupakan pertama kali bagi Khaled Nordin sejak dia menjabat sebagai Menhan Malaysia, Prabowo juga menekankan hubungan RI-Malaysia yang spesial mengingat keduanya merupakan negara yang sama-sama berasal dari rumpun Melayu.
"Selamat atas pengangkatan Yang Mulia Datuk Seri Mohamed Nordin sebagai Menteri Pertahanan Malaysia yang baru. Kemhan RI siap bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Malaysia dan memberikan dukungan untuk Yang Mulia Datuk Seri Mohamed Nordin," kata Prabowo ke Menhan Malaysia.
Baca Juga : Prabowo dan Menhan Jepang Bahas Pertukaran Kadet dan Indo-Pasifik
Dia menjelaskan Indonesia dan Malaysia selama ini telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang, termasuk pertahanan, yang mencakup pendidikan para taruna dan perwira, intelijen, perdagangan, industri pertahanan, dan keamanan.
"Indonesia berharap dapat menjalin kerja sama lebih erat lagi di bidang pertahanan, intelijen, industri pertahanan, dan pendidikan yang lebih kuat dengan Malaysia terutama dalam hal pertukaran siswa militer dan industri pertahanan," kata Prabowo ke Khaled Nordin.
Dalam pertemuan itu, Menhan Prabowo didampingi jajaran pejabat Kemhan RI, antara lain Wakil Menteri Pertahanan RI M. Herindra, Plt. Sekretaris Jenderal Kemhan RI Donny Ermawan Taufanto, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari, Plt. Kepala Biro Tata Usaha dan Protokol Kemhan RI Mayjen TNI Rui Duarte, dan Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Steverly C. Parengkuan.
Di bidang pertahanan, salah satu kerja sama penting dua negara ialah General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo) yang rutin bertemu tiap tahunnya.
Dalam pertemuan terakhir GBC Malindo Ke-43 pada 2023, Indonesia dan Malaysia sepakat mengaktifkan kembali pos-pos jaga bersama di 14 titik perbatasan Indonesia dan Malaysia yang membentang di Kalimantan. Dari 14 titik itu, tujuh pos ada di wilayah Indonesia, dan tujuh lainnya ada di Malaysia.
Pertemuan GBC Malindo selanjutnya yaitu yang ke-44 pada 2024 dijadwalkan berlangsung di Malaysia. General Border Committee Malaysia Indonesia (GBC Malindo) terbentuk pada 11 Agustus 1966 setelah adanya pemulihan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia.
GBC Malindo merupakan komite kerja sama yang mengurusi kemitraan utamanya bidang keamanan di daerah-daerah perbatasan. Dalam kerangka kerja sama itu, dua negara sepakat bertemu setiap tahun, tetapi agenda tahunan tersebut sempat tertunda karena pandemi COVID-19 yang kemudian kembali berlanjut pada 2022. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



