
Program Bahasa Indonesia Antusias Diikuti Diplomat Negara Sahabat

VOICEIndonesia.co, Jakarta – Program kelas Bahasa Indonesia untuk Diplomat Negara Sahabat (Bahasa Indonesia Program for Foreign Diplomats) membludak diikuti ratusan diplomat asing.
Diluncurkan pada 25 Januari 2024, program Bahasa Indonesia juga antusias diikuti oleh Duta Besar dari negara lain.
Hal ini terungkap pada acara pembukaan program yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Kementerian Luar Negeri di Jakarta pada Selasa (20/2/2024).
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu Duta Besar Siti Nugraha Mauludiah yang membuka program ini turut memvalidasi hal tersebut.
“Kemahiran berbahasa Indonesia memungkinkan diplomat negara sahabat untuk berinteraksi dengan masyarakat Indonesia secara lebih efektif,” ucap wanita yang disapa Nining, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Jumat, 23 Februari 2024.
Nining juga menjelaskan bahwa selain meningkatkan upaya diplomasi publik, hal ini tentunya akan menciptakan citra positif dan membina hubungan antarmasyarakat yang lebih baik.
Ia menlanjutkan bahwa mempelajari Bahasa Indonesia bukan sekedar untuk bisa berkomunikasi.
Tetapi melalui pengetahuan bahasa Indonesia, para diplomat akan dapat lebih mudah menahami tradisi dan budaya Indonesia yang sangat 'intricate'.
“Penguasaan bahasa indonesia juga akan memudahkan para diplomat asing untuk memahami 'the fabric of' politik lokal dan ekonomi," pungkas Dirjen.
Sejalan dengan Dirjen Nining, Kepala Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Bahasa Kemdikbudristek Prof. E. Aminudin Aziz, MA., Ph.D., menegaskan bahwa Bahasa Indonesia Program for Foreign Diplomats merupakan salah satu upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Baca Juga: Disnaker Mataram Sosialisasi Pendaftaran PMI Perawat ke Jerman
“Peluang bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional sangat terbuka karena sistem kebahasaan bahasa Indonesia yang relatif mudah dipelajari.
“Saat ini saja pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) juga telah diselenggarakan oleh 428 lembaga di seluruh dunia," imbuh Kabadan pada pidato pembukaannya.
Salah satu Duta Besar Algeria H.E. Hassane Rabehi mengatakan bahwa ia dan istrinya akan berusaha keras belajar Bahasa Indonesia melalui program ini.
“Mempelajari bahasa di negara tempat kami ditugaskan tentunya sangat berguna untuk melaksanakan tugas-tugas kami, terutama untuk diplomasi publik kami pada berbagai lapisan masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Diketahui Bahasa Indonesia Program for Foreign Diplomats merupakan salah satu program unggulan, Kerjasama Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Saat ini program Bahasa Indonesia tercatat diikuti oleh 119 Diplomat dari 49 Negara dan 2 Organisasi Internasional.
Diantaranya yang tampak ikut serta adalah Duta Besar Belarusia, Algeria, Armenia, Argentina, Ukraina, dan Filipina.
Setelah dibuka pada 20 Februari 2024 dan diikuti oleh tes penempatan pada hari yang sama, para peserta dijadwalkan akan memulai pembelajaran pada 3 Maret 2024.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



