Proyek Giant Sea Wall Telan Biaya USD80 Miliar, Pemerintah Libatkan Investor
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah masih terus mematangkan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall sebagai upaya melindungi kawasan pesisir utara Jawa dari ancaman lingkungan dengan nilai investasi mencapai sekitar 80 miliar dolar AS. Proyek ini dirancang membentang sekitar 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan proyek tersebut melibatkan banyak pihak karena mencakup wilayah yang luas yakni lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di sepanjang Pantura. Proyek membutuhkan pendanaan besar sehingga pemerintah mengundang keterlibatan pihak swasta dan pelaku usaha baik dari dalam maupun luar negeri.
"Ini bukan proyek yang melibatkan satu atau dua pihak saja, ada lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota yang terlibat," ujarnya usai menghadiri acara Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Ia menambahkan pemerintah menargetkan proyek giant sea wall bisa lebih matang pada tahun depan. Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk mengatasi banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan air laut yang semakin mengancam wilayah pesisir.
Sekitar 50 juta penduduk tinggal di kawasan Pantura sehingga diperlukan langkah perlindungan yang komprehensif dari berbagai ancaman lingkungan. Ancaman tersebut antara lain kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah yang memperparah risiko banjir rob di sejumlah wilayah seperti Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal.
"Kami kejar terus, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih matang lagi," katanya.
Ia menyampaikan penurunan muka tanah di beberapa daerah bahkan mencapai 5 hingga 20 sentimeter per tahun sehingga membutuhkan intervensi melalui pembangunan infrastruktur. Pemerintah mempertimbangkan pembangunan tanggul pantai maupun tanggul laut di wilayah terdampak yang dikombinasikan dengan pendekatan berbasis alam seperti penanaman mangrove untuk meredam gelombang.
Selain melindungi masyarakat pesisir, ia menuturkan proyek tersebut juga bertujuan menjaga kawasan industri strategis, kawasan ekonomi khusus, serta sentra produksi pangan yang mulai terdampak intrusi air laut. Proyek ini penting tidak hanya sebagai upaya mitigasi bencana tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekonomi nasional.
Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai sekitar 80 miliar dolar AS dengan tahapan awal pembangunan di Teluk Jakarta yang diproyeksikan menelan biaya sekitar 8 hingga 10 miliar dolar AS. Gagasan pembangunan tanggul laut tersebut telah lama dibahas dan kini kembali didorong seiring meningkatnya risiko perubahan iklim.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaHampir 6 Ribu WNI Eks Sindikat Scam di Kamboja Dapat Penghapusan Denda Overstay
Kedutaan Besar Republik Indonesia Phnom Penh kembali memperoleh persetujuan Pemerintah Kamboja terkait penghapusan denda overstay bagi 1.273 warga negara Indonesia mantan sindikat penipuan daring sehingga totalnya mencapai 5.950 orang. Para WNI yang mendapat penghapusan denda merupakan bagian dari w
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.


















