
Pulang Lewat Jalur ILegal Bayar 3300 RM,Belasan PMI Dibuang di Tengah Laut Perairan Batam
VOICEIndonesia.co,Batam - Belasan Orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan terdampar di Pulau Acang, Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Selasa 21 Mei 2024 dinihari tadi. Diduga mereka dibuang ke laut oleh para sindikat perdagangan orang.
Nasib tragis ini dialami oleh 16 PMI yang hendak pulang ke Indonesia secara non prosedural. Dalam kondisi hujan dinihari itu, belasan orang yang menumpangi spead boat dari Malaysia ini diturunkan di tengah laut oleh tekong yang belum diketahui identitasnya tersebut.
Baca Juga : Aktivis HAM Batam Sentil Oknum Polisi Ngopi Bareng Terduga Pelaku TPPO
Mereka dipaksa turun dekat Pulau Tanjung Acang, yang tak berpenghuni di perairan Nongsa, Batam.
Hingga pagi, keberadaan mereka akhirnya diketahui oleh nelayan yang kemudian dievakuasi oleh tim gabungan TNI Polri.
Atas dasar kemanusiaan, mereka diselamatkan lalu dibawa ke dermaga Satrol Lantamal IV Telaga Punggur, Nongsa.
Rizal, salah satu korban menuturkan kalau mereka berangkat dari Kota Tinggi, Malaysia Senin malam untuk diberangkatkan ke Indonesia menuju kota Batam melalui jalur gelap.
Baca Juga : Dua Bulan Berlalu, Diduga Kasus TKA China Tewas Lakakerja di PT KIDE Batam Luput dari Media
"Kami bayar 3300 Ringgit atau setara Rp 10 juta kepada tekong. Tapi belum sampai Batam, kami sudah diturunkan di tengah laut. Kami pikir itu pulau Batam," imbuh Rizal asal Lombok Timur ini kepada old.voiceindonesia.co.
Sementara, Asintel Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Joko Santosa mengatakan, setelah mendapat informasi, tim bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. "Saat tiba dilokasi, mereka sempat kabur, karena takut. Akhirnya ditelusuri dan membujuk mereka," kata Joko selasa (21/5/2024)
Totalnya ada 16 orang. ada 15 orang yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan satu orang berasal dari Sumatera Utara (Sumut). Para korban dari Malaysia menumpangi speed boat mesin 200hp x 2.
Berikut nama 16 korban:
1. Hamdi (35)
2. Suparman (32)
3. Suhaili (35)
4. Ansori (27)
5. Sulman (23)
6. Dendi Herdiyansyah (37)
7. Rizal (42)
8. M. Syukron (31)
9. Kadim (33)
10. Imran Jayadi (29)
11. Sahdan (49)
12. M. Ali (38)
13. Gadi (39)
14. Saunan (26)
15. Irfan Arianto (30)
16. Nurdin (36)
Saat ini, aparat terkait akan melakukan pengejaran terhadap tekong (pelaku) yang menurunkan korban di tengah laut tersebut.(iko)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



