
PWI Siap Jadi Pilar Keempat Demokrasi yang Solid

Wakil Ketua Steering Committee Kongres PWI, Atal S. Depari menegaskan komitmennya untuk tampil lebih utuh dan bermartabat.
"PWI ke depan harus tampil lebih utuh, kuat, dan bermartabat sebagai pilar keempat demokrasi Indonesia," ujar Atal saat melakukan audiensi di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Jakarta, Selasa (15/7/2025).
📖 Baca Juga ↗Wamenkomdigi Jadi Fasilitator Rekonsiliasi PWI Jelang KongresAtal menegaskan bahwa pihaknya mengapresiasi peran aktif Wamenkomdigi sejak awal sebagai fasilitator dan jembatan komunikasi untuk menyatukan kembali PWI.
"Kita juga punya rasa bangga dengan Wamen Komdigi yang sejak awal mengawal dan menjadi fasilitator untuk bersatunya kembali PWI," ungkap Atal.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menyatakan PWI memiliki rekam jejak panjang sebagai organisasi wartawan yang profesional dan berperan penting dalam pembangunan pers nasional.
📖 Baca Juga ↗Kemkomdigi Gelar Bimtek Strategi Komunikasi Publik untuk ASN Kominfo DaerahOleh karena itu, proses rekonsiliasi dan pemilihan kepemimpinan baru melalui kongres bukan hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momen penting untuk menata masa depan PWI agar lebih kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
"PWI adalah organisasi wartawan yang profesional dan berkontribusi bagi kemajuan pers nasional sehingga kongres ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi menjadi momen penting untuk membangun masa depan organisasi yang lebih baik," tuturnya.
Nezar Patria menekankan arti penting kongres sebagai forum pemersatu dan ajang demokratis yang mampu membawa semangat kebersamaan di tubuh PWI maupun dalam ekosistem pers nasional secara lebih luas.
"Kongres ini diharapkan menjadi forum demokratis yang mampu menyatukan kembali seluruh elemen PWI," tegasnya.
Kongres Persatuan PWI 2025 mengusung tema "Bangkit dan Bersatu" diharapkan mampu menjadi momentum kolektif untuk meninggalkan perbedaan, memulihkan kepercayaan publik, serta membangun solidaritas baru demi menjawab tantangan pers nasional di era digital dan disinformasi. Audiensi ini merupakan bagian dari langkah membangun sinergi dan legitimasi publik terhadap proses penyatuan organisasi.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



