
Rampai Nusantara: Aneh tapi Nyata, Minyak Goreng Berlimpah tapi Langka
VOICEINDONESIA,JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan kelangkaan minyak goreng di pasaran tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Oleh karena itu, ia berjanji pemerintah akan mengambil tindakan secepatnya.
"Situasi ini -minyak goreng langka di pasar- tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Pemerintah akan mengambil jalan keluar selekasnya," tulisnya lewat akun Instagram resmi @jokowi yang diunggah pada Senin, (14/3).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan stok minyak goreng yang dimiliki pemerintah cukup, bahkan melimpah.Diduga ada kebocoran stok minyak goreng yang dijual secara ilegal ke luar negeri.
"Ini kita bicara seluruh Indonesia, 390 juta liter ini untuk seluruh Indonesia, per kemarin itu sudah 415 juta liter hanya dalam 20 hari,tapi ada yang menimbun, dijual ke industri atau ada yang menyelundup ke luar negeri, ini melawan hukum," ujar Lutfi, Rabu (9/3/2022),
Dalam pengarahannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh Kapolda jajaran untuk memastikan ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat baik di pasar tradisional maupun pasar modern.
"Yang paling penting harus dipastikan rekan-rekan mulai hari ini, besok sampai dengan minggu depan minyak goreng harus ada di lapangan. Baik di pasar modern maupun pasar tradisional. Tolong betul-betul diawasi," kata Sigit dalam Vicon yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 14 Maret 2022.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Eksekutif Pusat Rampai Nusantara Mardiansyah yang juga aktivis 98 dan biasa dipanggil semar menyampaikan, kelangkaan minyak goreng ini sudah sangat mengkhawatirkan, tidak hanya mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari tapi juga sudah mengancam jiwa ketika masyarakat antri berusaha untuk mendapatkan minyak goreng demi memenuhi kebutuhan hidup nya beserta keluarga, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tentu kebutuhan akan minyak goreng ini semakin tinggi sehingga jika ini tidak segera diatasi maka masyarakat akan semakin kesulitan dan mengganggu ketenangan beribadah.
"ini memang harus segera diatasi ya karena kepentingan serta kebutuhan masyarakat banyak harus diutamakan, sudah disampaikan bahwa Presiden akan segera ambil tindakan bahkan Kapolri juga sudah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran nya untuk bertindak cepat mengawasi distribusinya dan dipastikan ketersediaan minyak goreng dipasar terpenuhi sehingga kelangkaan minyak goreng dapat selesai sudah tidak berlarut-larut lagi." Kata Semar saat ditemui dikantornya Selasa pagi (15/3/2022)
Berdasarkan data dan informasi yang didapatkan, ketersediaan minyak goreng untuk kebutuhan seluruh Masyarakat itu cukup bahkan dapat dikatakan berlimpah sehingga harusnya tidak ada kelangkaan seperti sekarang ini, ada dugaan minyak goreng ini diselundupkan ke luar negeri,diduga kuat juga sengaja di timbun oleh kelompok tertentu agar situasi dimasyarakat tidak kondusif dan industri menggunakan minyak goreng yang diperuntukan untuk kehidupan masyarakat sehari-hari karena ada selisih harga yang signifikan.
"aneh tapi nyata, stok berlimpah tapi langka dipasaran. jahat sekali ya,ini seperti menari-nari diatas luka dengan mengambil keuntungan diatas penderitaan masyarakat banyak karena itu Rampai Nusantara meminta untuk ditindak tegas dan proses secara hukum semua orang atau kelompok yang terlibat tanpa terkecuali. Ketegasan dan langkah cepat Presiden dan Kapolri terkait
hal ini semoga dapat segera mengatasi kelangkaan minyak goreng dan kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang karena ini bukan tidak ada barangnya tapi berlimpah namun ada yang menghambat,karena itu walau tidak mudah tapi kami meyakini Pemerintah beserta Kepolisian dapat mengatasinya dengan baik dan cepat." tegas Semar.(red)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



