VOICE Indonesia
Nasional

RI Dapat Klausul Khusus di Perjanjian Dagang AS, Apa Keuntungannya?

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
RI Dapat Klausul Khusus di Perjanjian Dagang AS, Apa Keuntungannya?
RI Dapat Klausul Khusus di Perjanjian Dagang AS, Apa Keuntungannya?
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Indonesia memperoleh perlakuan khusus berupa klausul penyesuaian dalam kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keistimewaan ini tidak dimiliki negara lain dalam perjanjian serupa dengan AS. Prabowo menjelaskan klausul penyesuaian memberikan fleksibilitas bagi Indonesia untuk melakukan negosiasi ulang jika di kemudian hari perjanjian dinilai merugikan pihak domestik. Pemerintah tetap memiliki ruang untuk menjaga kedaulatan ekonomi melalui klausul istimewa tersebut. "Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita," kata Prabowo dikutip dari tayangan "Prabowo Menjawab" yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Minggu (22/3/2026). Presiden menegaskan pemerintah tidak akan mengorbankan kepentingan nasional dalam setiap pengambilan kebijakan, termasuk pada kesepakatan dagang dengan AS. Seluruh isi perjanjian telah melalui berbagai pertimbangan matang sebelum disepakati pemerintah. Dari sisi komoditas, Indonesia memperoleh keuntungan signifikan melalui kesepakatan ini. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional kini mendapatkan akses pasar dengan tarif nol persen ke Amerika Serikat, termasuk produk unggulan seperti kopi dan minyak sawit. "Maka akan dibuat klausul penyesuaian," katanya. Salah satu poin utama dalam kerja sama tersebut adalah penurunan tarif perdagangan dari 32 persen menjadi 19 persen. Penghapusan hambatan tarif untuk 1.819 komoditas dinilai akan sangat menguntungkan bagi para produsen dan eksportir nasional.

Baca Juga : Trump Ultimatum Iran 48 Jam, Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Listrik Diserang Prabowo menegaskan Indonesia mendapatkan perlakuan khusus dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keistimewaan berupa klausul penyesuaian ini memberikan fleksibilitas bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan ekonominya dibandingkan negara lain. "Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia," ujar Presiden Prabowo. Terkait perbandingan kebijakan dengan negara tetangga, Presiden menegaskan Indonesia akan bersikap rasional dalam mengambil keputusan. Pemerintah tidak akan serta-merta mengikuti langkah negara lain seperti Malaysia dalam membatalkan perjanjian dagang secara sepihak tanpa perhitungan matang. "Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya," ujarnya. Presiden memastikan setiap langkah diplomasi ekonomi yang diambil akan selalu didasarkan pada kalkulasi keuntungan bagi rakyat Indonesia. Pemerintah tetap memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian jika perjanjian dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Klausul#perjanjian dagang AS#Prabowo
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.