
Sayhrul Yasin Limpo Hilang Jejak, Jokowi Minta Semua Pihak Menunggu

VoiceIndonesia.co, Jakarta - Jokowi meminta seluruh pihak untuk menunggu kedatangan dari Mentan Syahrul Yasin Limpo terkait menindaklanjuti soal kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.
Jokowi sendiri tidak mengetahui keberadaan posisi Syahrul Yasin yang kini diduga hilang kontak.
"Ya ditunggu, memang (Syahrul Yasin Limpo) dari luar negeri belum sampai ke Tanah Air," ungkap Jokowi, dilansir dari ANTARA, Rabu, 4 September 2023.
Jokowi juga enggan menanggapi soal kemungkinan perombakan kabineet di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi di Kementan.
📖 Baca Juga ↗Gagal Berangkat ke Arab Saudi Karena Ilegal, 32 CPMI Ini Kembali ke Kampung HalamannyaSebelumnya, Selasa, 3 Oktober 2023, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan pihaknya dan jajaran Kementan kehilangan kontan dengan Syahrul Yasin Limpo sejak Sabtu, 30 September 2023.
Dimana saat itu adalah jadwal pulang dari kunjungan kerjanya sebagai mentan di Italia dan Spanyol.
Hingga kini, keberadaan Syahrul Yasin Limpi masih dicari-cari. Sebagai gantinya, Jokowi menunjuk Harvick sebagai mentan ad interm mulai Selasa.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Silmy Karim mengatakan Syahrul Yasin Limpi belum termonitor kembali ke Indonesia berdasarkan sistem imigrasi.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



