
Sebagian Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru

Baca Juga : Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Eri Cahyadi Siapkan Lahan 6 Ha di Surabaya Utara Pemerintah tengah membangun gedung permanen di 104 titik untuk mengatasi keterbatasan fasilitas. Setiap lokasi nantinya akan mampu menampung hingga 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dengan fasilitas lengkap mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula, hingga sarana ekstrakurikuler. "Nanti setelah gedung permanen selesai, siswa akan pindah ke fasilitas yang lebih lengkap," tegasnya. Mensos memastikan para guru yang sudah mengajar telah melalui proses seleksi ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BKN serta didampingi Kementerian PAN-RB. Mereka merupakan guru bersertifikat dan telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru dengan rata-rata usia di bawah 30 tahun yang sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir. Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera yakni kelompok desil satu dan dua atau kategori miskin dan miskin ekstrem. Program ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap keluarga yang mengalami kesulitan menyekolahkan anak-anaknya. Baca Juga : Evaluasi Semester Pertama, Ini 3 Indikator Utama Keberhasilan Sekolah Rakyat Konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang tidak hanya memberikan pelajaran akademik, tetapi juga pendidikan karakter. Tidak ada tes akademik dalam penerimaan siswa, melainkan berdasarkan pemenuhan syarat administratif, bahkan sebagian siswa sebelumnya sempat putus sekolah. Saifullah mengaku gembira melihat perkembangan siswa yang dinilai semakin percaya diri dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik meski karakteristik mereka beragam. Perkembangan ini menjadi indikator positif dari program pendidikan untuk keluarga prasejahtera. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



