VOICE Indonesia
Nasional

Sebagian Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Sebagian Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru
Sebagian Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru
VOICEINDONESIA.CO, Tangerang - Kementerian Sosial (Kemensos) mengakui masih terdapat kekurangan tenaga pengajar di sejumlah titik Sekolah Rakyat meski program terus menambah fasilitas. Hal ini disampaikan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf saat acara buka puasa bersama dengan guru dan siswa sekolah rakyat di ICE BSD Tangerang, Banten, pada Jumat (27/2/2026). Kondisi ini mengungkap bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi kendala dalam penyediaan tenaga pendidik. "Karena memang di beberapa titik masih ada kekurangan guru," ujarnya. Pemerintah kini tengah membahas kebutuhan tambahan guru bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan kementerian terkait guna mengatasi masalah tersebut. Distribusi tenaga pengajar yang belum merata di seluruh lokasi menjadi salah satu tantangan dalam implementasi program ini. "Kita masih bahas kebutuhannya bersama teman-teman BKN," katanya. Selama masa rintisan, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan gedung milik Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai milik Diktasmen, serta fasilitas pemerintah daerah. Kondisi ini menunjukkan program masih dalam tahap transisi menuju fasilitas permanen.

Baca Juga : Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Eri Cahyadi Siapkan Lahan 6 Ha di Surabaya Utara Pemerintah tengah membangun gedung permanen di 104 titik untuk mengatasi keterbatasan fasilitas. Setiap lokasi nantinya akan mampu menampung hingga 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dengan fasilitas lengkap mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, aula, hingga sarana ekstrakurikuler. "Nanti setelah gedung permanen selesai, siswa akan pindah ke fasilitas yang lebih lengkap," tegasnya. Mensos memastikan para guru yang sudah mengajar telah melalui proses seleksi ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BKN serta didampingi Kementerian PAN-RB. Mereka merupakan guru bersertifikat dan telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru dengan rata-rata usia di bawah 30 tahun yang sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir. Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera yakni kelompok desil satu dan dua atau kategori miskin dan miskin ekstrem. Program ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap keluarga yang mengalami kesulitan menyekolahkan anak-anaknya. Baca Juga : Evaluasi Semester Pertama, Ini 3 Indikator Utama Keberhasilan Sekolah Rakyat Konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang tidak hanya memberikan pelajaran akademik, tetapi juga pendidikan karakter. Tidak ada tes akademik dalam penerimaan siswa, melainkan berdasarkan pemenuhan syarat administratif, bahkan sebagian siswa sebelumnya sempat putus sekolah. Saifullah mengaku gembira melihat perkembangan siswa yang dinilai semakin percaya diri dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik meski karakteristik mereka beragam. Perkembangan ini menjadi indikator positif dari program pendidikan untuk keluarga prasejahtera. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Kemensos#Sekolah Rakyat#tenaga pengajar
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.