
Sekda Bali Tanggapi Catatan BPS Soal Impor Beras dari Thailand

VOICEIndonesia.co, Denpasar - Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra menanggapi catatan BPS Bali terkait data Februari 2024 yang menunjukkan peningkatan impor komoditas serelia beras dari Thailand.
Dewa Indra di Denpasar, Senin (01/04/2024) mengatakan hal impor tersebut wajar karena pada musim tertentu Bali defisit beras, apalagi meskipun komoditas utamanya beras ada potensi komoditas dalam kelompok serelia yang lain turut meningkat.
“Impor kita kan tidak hanya beras, ada banyak serelia termasuk jagung dan biji-bijian, kalau beras hitung-hitungan produksi kita dengan kebutuhannya tidak kurang hanya ada musim panen yang mundur,” kata dia.
Pemprov Bali mengaku sudah merancang solusi untuk mengantisipasi defisit beras, seperti mengenalkan teknologi-teknologi di bidang pertanian dengan mengenalkan bibit baru yang lebih efektif.
“Kita mengenalkan bibit baru nutrizinc yang lebih bagus dari yang biasa, kalau biasa menghasilkan 7,5 ton tapi bibit nutrizinc 8,5 ton per hektar, ini bisa menaikkan produktifitas jadi stok gabah kita meningkat,” ucap dia.
Untuk menjalankan strategi ini, Pemprov Bali berupaya mengenalkan ke petani, selain itu menghubungkan petani ke pembeli gabahnya, sehingga tak ada keraguan penggunaan metode baru itu.
Baca Juga: Modus Berlibur ke Malaysia, 9 CPMI Nyaris Menjadi Korban TTPO ke Serbia
Dewa Indra menyadari untuk menambah luas lahan pertanian sulit saat ini, sehingga metode-metode baru harus dikenalkan sebagai solusi menekan impor beras.
Diketahui, Kepala BPS Bali Endang Retno Sri Subiyandani dalam kegiatan yang sama membacakan hasil perhitungannya terkait ekspor impor Bali.
BPS Bali mencatat nilai impor Bali Februari 2024 mencapai 19,75 dolar AS atau meningkat 82,78 persen dari Januari 2024.
“Pada bulan Februari 2024 impor barang dari Thailand senilai 6,7 juta dolar AS merupakan yang tertinggi dan mengalami peningkatan tertinggi yaitu 3.690,52 persen dibanding sebelumnya, ini disebabkan oleh naiknya impor produk serelia berupa beras,” ujar Endang.
Dalam catatan impor Bali, disampaikan ada empat komoditas lain yang mendominasi masuk Bali selain beras, yaitu mesin dan peralatan mekanis, mesin dan peralatan elektrik, instrumen optik fotografi, dan barang dari kulit samak.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



